Waterworld

Waterworld
Ini film lama. Sudah beberapa kali saya tonton. Pada perjumpaan terakhir saya dengan film ini, saya melihat adanya sebuah pelajaran menarik tentang evolusi didalamnya.

Dunia yang dikatakan sebagai waterworld adalah planet bumi dengan seluruh es di kutub telah mencair. Ada sedikit sekali daratan. Untungnya seorang ilmuan geologi telah membuat simulasi sejenis yang dapat kita temukan di situs planetocopia. Bila kita lihat disini peta bumi tidak sepenuhnya tertutup air.
DUBIAMAP.GIF

Tetap saja perubahan seperti ini sangat berpengaruh bagi manusia dan terutama, evolusi.
Bayangkan saat ini anda ada di tanjung priok. Bila semua es di kutub mencair maka pantai terdekat akan berada di Bogor.

Back to manusia. Perubahan homo sapiens menjadi ichtyus sapiens mungkin butuh waktu paling tidak puluhan ribu tahun.

Mutasi pada janin manusia akan menuntut seleksi alam. Bila ia berhasil melalui tantangan dan mampu bereproduksi, sifat-sifatnya akan terlestarikan pada keturunannya. Dengan demikian, jumlah Ichtyus Sapiens akan lebih banyak dan kelebihannya dibanding homo sapiens akan membuat populasinya terus bertambah, sementara populasi homo sapiens berkurang.

Tapi kebudayaan juga melakukan seleksi. Manusia umumnya akan menolak orang yang berbeda dengannya. Dahulu di desa-desa di inggris, orang yang berbeda dari kebanyakan, terutama bila karena genetik, dianggap menyembah lucifer dan dibakar. Dalam film ini ichtyus Sapiens dimusuhi dan akan dibunuh karena kelainannya itu. Bila ia tewas, butuh waktu lebih lama lagi bagi mutasi untuk memunculkan bentuk adaptasi lain, yang belum tentu sama dengan sebelumnya, pada kehidupan air. Dan bila homo sapiens sebagai spesies sumber telah keburu punah, maka garis keturunan hominid telah sampai ke ujungnya.

Tentu bisa saja ada spesies lain yang menggantikan. Para kera lain yang berada di daratan yang tersisa mungkin tidak berevolusi karena walau daratan minim, tapi banyak sekali pohon untuk hidup karena penghijauan alami. Tapi untuk primata lain bisa jadi mereka membuat memori tabahan dan mampu melipatgandakan kecerdasannya lewat memori eksternal dan komunikasi. Atau bisa jadi spesies demikian muncul di lautan. Kita tahu paus dan lumba-lumba punya kecerdasan yang patut diperhitungkan.

Bila pada gilirannya, ichtyus sapiens lestari, mungkin akan timbul konflik dengan homo sapiens. Kata ‘sapiens’ (bijaksana) mungkin tidak lagi berlaku saat mereka berperang dan saling menghancurkan. Hal ini pernah terjadi dalam sejarah evolusi manusia saat homo sapiens berperang dengan homo erektus yang lebih tua dan membuat homo erektus punah dari muka bumi.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License