Cerita ngengat Biston Betularia tidak lagi dapat diandalkan

Cerita ngengat Biston Betularia tidak lagi dapat diandalkan

Klaim:

Menurut cerita tradisional tentang ngengat biston betularia, pewarnaan memberi perlindungan pada ngengat terhadap predator, dan saat habitat berubah karena polusi industri, seleksi alam menyebabkan jumlah ragam warna ngengat berubah. karena pohon semakin gelap, ngengat terang berkurang dan ngengat gelap diuntungkan dan menjadi lebih banyak, dan sebaliknya bila polusi tidak ada. Kisah tersebut tidak lagi di dukung karena banyak percobaan, seperti dimana ngengat berada, dan kemunculan data lawan, seperti frekuensi ngengat yang tidak berkamuflase di daerah yang tidak dihitung. (Harun Yahya dalam bab 'Once, There was the Story of Peppered Moths', dalam buku Once Upon a Time There Was Darwinism)

Sanggahan :

1. Walau percobaannya tidak sempurna, tidak ada kerugian fatal. Bahkan bila Kettlewell melepaskan ngengatnya di siang hari saat ngengat seharusnya dilepaskan di malam hari karena saat itulah ia aktif, ia memakai prosedur yang sama dalam daerah yang berbeda dalam jumlah polusi industri, menunjukkan kesimpulannya bahwa polusi industri adalah salah satu faktor yang bertanggungjawab terhadap perbedaan predasi antara ragam warna. Argumen serupa dapat dibuat dalam semua percobaan lain. Walau tidak ada percobaan yang sempurna (tidak mungkin ada yang bisa), bahkan percobaan yang tidak sempurna dapat memberi dukungan atau menolak bukti. Dalam kasus ngengat biston Betularia, banyak percobaan telah dilakukan, dan semuanya mendukung cerita tradisional (Grant 1999).

2. Bahkan tanpa percobaan, kisah ngengat Biston betularia akan tetap berdiri dengan baik. Melanisme ngengat biston betularia telah naik dan turun dengan tingkat polusi, dan telah demikian adanya di banyak tempat pada dua benua (Cook 2003; Grant 1999).

3. Cerita ngengat biston betularia konsisten dengan banyak percobaan lain dan pengamatan penyamaran dan pewarnaan pada spesies lain. Sebagai contoh, predasi burung menjaga pewarnaan Heliconius cydno, yang memiliki pewarnaan berbeda di daerah berbeda, dalam kedua daerah meniru spesies Heliconius yang beracun(Kapan 2001).
Seleksi alam bertindak pada ngengat biston betularia akan menjadi hipotesis bahkan bila tidak ada bukti yang mendukungnya.

4. Cerita ngengat biston betularia tidaklah sederhana. Kisah lengkapnya seperti diketahui sekarang mengisi ribuan halaman artikel jurnal. Kefamiliaran dengan literatur dan dengan ngengat di lapangan dibutuhkan untuk mengevaluasi semua artikel. Namun riset dan debat mengenai implikasinya telah dilakukan terbuka. Tuntutan pemalsuan dan kecurangan akar dari ketidakpedulian dan kesalah pahaman riset oleh orang2 yang membuat tuntutan ini(Grant 2000). Dari mereka yang terbiasa dengan literatur, tidak diragukan bahwa predasi burung adalah kepentingan utama dalam perubahan frekuensi melanisme pada ngengat biston betularia(Majerus 1999).

Dalam mengajar mata pelajaran apapun pada pemula, menyederhanakan topik rumit adalah wajar. Kisah ngengat biston betularia adalah sebuah alat yang berharga dalam membantu siswa memahami bagaimana alam sesungguhnya bekerja. Guru2 akan benar untuk mengabaikan kerumitan dari cerita bila mereka menilai bahwa siswa mereka belum siap pada tingkat belajar lebih tinggi (Rudge 2000).

Referensi:
Cook, L. M., 2003. The rise and fall of the carbonaria form of the peppered moth. Quarterly Review of Biology 78(4): 399-417.

Grant, Bruce S., 1999. Fine tuning the peppered moth paradigm. Evolution 53(3): 980-984.

Grant, Bruce, 2000. Letter: Charges of fraud misleading. Pratt Tribune, 13 Dec. 2000. Reprinted at http://www.indiana.edu/~ensiweb/lessons/icon.cr.html

Kapan, Durrell D., 2001. Three-butterfly system provides a field test of mullerian mimicry. Nature 409: 338-340.

Majerus, Michael E. N., 1999. (Letter). Quoted by Frack, Don. 1999. Peppered moths, round 2, part 2. http://www.calvin.edu/archive/evolution/199904/0103.html

Rudge, David Wyss, 2000. Does being wrong make Kettlewell wrong for science teaching? Journal of Biological Education 35(1): 5-11.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License