Taruhan Pascal (Pascal's Wager)

Bunyi Pascal Wager adalah sebagai berikut:
kalo ternyata ada hari pembalasankan,
saya sudah menyembah tuhan dan menjalankan perintah-Nya…, jadi sya selamat…
jadi yang gak punya tuhan (atheis), ato tuhannya salah-lah yang bakal di siksa…

kalo ternyata gak ada hari pembalasan, jadi sama-sama selamat???

Singkatnya, timbangan pascal mengatakan bahwa kita memiliki segalanya untuk diperoleh (keabadian di surga) dan tidak ada ruginya dengan percaya tuhan. Di sisi lain, kekafiran akan membawa keluar dari surga (yaitu neraka).

Kita tekah mencatat bahwa surga adalah harapan kosong dan neraka adalah kebohongan, maka mari kita bahas masalah keimanan.
Timbangan Pascal menganggap seseorang dapat memenuhi dirinya sendiri dengan memiliki keimanan. Ini bukanlah kenyataannya, khususnya pada kasus atheist. Haruskah atheist berpura2 beriman. Namun menurut sebagian besar definisi tuhan, tidakkah tuhan tahu kalau atheist berpura2? Akankah Tuhan membalas ini?

Bagian dari timbangan Pascal menyatakan bahwa anda ‘tidak kehilangan apa-apa’ dengan beriman. Namun seorang atheist tidak akan setuju. Dengan beriman pada syarat ini, anda menerima semacam keimanan. Dengan kata lain, anda mengatakan anda mau mengabaikan bukti sebagai landasan anda menilai kenyataan. Keimanan tidak begitu indah bila dinyatakan demikian bukan?

Ada banyak masalah dalam argumen pascal:

1. Bagaimana anda tahu harus percaya pada tuhan yang mana? Ada banyak sekali tuhan untuk di pilih, dan kalau anda memilih tuhan yang salah, anda bisa dapat masalah besar (misalnya kalau anda memilih Allah, namun begitu bangkit dari kematian yang anda temui adalah Ganesha yang berbelalai panjang?). Ini dikenal sebagai “masalah
menghindari neraka yang salah”. Bila selusin orang derngan agama yang berbeda datang menemui anda dan berargumen seperti anda sebutkan di atas, bagaimana anda bisa memilih salah satu yang benar? Lagi pula, banyak agama cukup spesifik bahwa mereka adalah satu2nya agama yang benar. Yesus mengatakan “Akulah jalan, kebenaran dan cahaya. Tidak seorangpun yang dapat menemui bapa tanpa melaluiku”. dan tidak diragukan agama islam mengatakan hal yang sejalan. Bila seorang logis menganggap harus menerima argumen anda, anda harus memilih yang mana?

2. Tuhan tidak bodoh. Tidakkah ia tahu kalau anda cuma mencoba jalan yang aman ke surga? Bagaiamana kamu bisa percaya sepenuh hati kepada tuhan hanya lewat bertaruh?

3. Bila tuhan tidak ada, anda tetap kehilangan sesuatu. Anda telah membuang2 waktu anda hidup di dunia melakukan sholat, ke mesjid, haji, zakat, puasa dan membahas tuhanmu dengan orang lain. Belum lagi uang yang kau berikan pada kotak yang di edarkan pada jemaah saat solat jumat, membuang2 kecerdasanmu untuk masalah agama dan membenci orang2 yang tidak sejalan dengan agamamu.

4. Dapatkah anda kabur hanya dengan logika semacam itu, tanpa secara khusus meyakini pada satu tuhan tertentu? Mungkin tidak - tuhan tetap akan tahu apa yang anda inginkan. Juga, banyak tuhan menceritakan bagaimana ia harus di sembah. Banyak muslim yang sejak lahir islam akan bilang Allah adalah satu2nya tuhan. Orang kristen yang sejak lahirnya kristen akan bilang kalau surga hanya dapat di peroleh lewat yesus kristus yang harus engkau terima sebagai penyelamat dirimu - tidak kurang tidak lebih. Keyakinan pada tuhan secara umum dan bersikap baik tidaklah cukup. Banyak orang percaya bahwa semua agama adalah jalan2 berbeda ke arah yang sama. Berbuat baik dan toleran (bila iklim cukup bersahabat) tidak cukup, tidak ada alasan sah untuk posisi ini di atas posisi fundamentalis : Bila fundamentalis benar, maka theist liberal atau moderat seperti anda saya rasa, akan mendapat masalah yang sama dengan kami, orang2 murtad dan kafir.

5. Beberapa saja, bila ada, atheist yang tidak percaya pada tuhan yang dapat di pilih. Bukan karena kita tahu kalau tuhan benar2 ada di sana, namun menolak untuk meyakininya (sebagai contoh, lihat jika anda bisa benar2 percaya kalau australia itu tidak ada). Kebanyakan atheist tidak percaya karena mereka tahu kalau tidak ada bukti nyata yang menunjukkan keberadaan tuhan. Bila anda ingin seorang atheist percaya, tunjukkan bukti yang bagus, jangan cuma bilang kalau taruhan terbaik adalah memilih tuhan ada. Seseorang tidak dapat memilih dengan tulus untuk percaya sesuatu, hanya karena itu pragmatis. Tentu anda dapat mengatakan semua doa dan sholat dilakukan oleh orang yang benar, tapi itu berbeda dengan benar2 percaya , dan tuhan manapun akan jelas dapat melihat langsung pada hati.

6. Ini cukup menghina. Argumen anda semacam ancaman halus dari “Percaya allah atau ia akan mengirim kau ke neraka”. (Kenyataannya, bentuk seperti ini yang sering saya terima). Juga, anda membuat argumen ini dengan menganggap bahwa atheist percaya kalau neraka itu ada. Kalau anda tidak percaya neraka, itu tidak lagi menjadi sebuah argumen yang mengerikan - seperti bilang ” Kalau anda tidak percaya pada unicorn, ia akan menanduk anda hingga mati saat anda tidur.” Siapa yang takut dengan unicorn?

7. Ia sering menyanggah dirinya sendiri, tergantung pada orang yang menceritakan tentang tuhan. Bila anda percaya tuhan akan mengampuni segalanya, atau menilai orang secara murni dari bagaimana ia menjalani hidup dan bukan dari keyakinan mereka, atau bahwa setiap orang masuk ke surga tanpa kecuali (kecuali mereka pembunuh berantai kanibal massal), maka argumen anda tidak ada artinya. Anda bisa bilang “Percaya saja pada tuhan, atau …ummm…sudahlah nanti juga masuk surga koq.” Dalam kasus demikian, tidak ada bedanya orang percaya atau tidak.

8. Bila memutuskan untuk percaya adalah hal yang demikian mudah, maka anda harus percaya pada Odin. Bila anda tidak percaya dengan adanya Odin, saat Ragnarok tiba, anda akan masuk neraka yang jauh jauh lebih mengerikan dari neraka lainnya.

9. Karena kita tidak bisa tahu apakah tuhan ada atau tidak -ini pada dasarnya masalah keyakinan- lebih baik menjadi orang beriman karena anda tidak kehilangan apapun bila ketidakyakinan anda salah. Mengingat kalau takdir anda tergantung jawaban yang benar, pada tuhan yang mana anda akan beriman? Sebagai tambahan, masukkan essay singkat untuk menjelaskan pilihan anda, lengkap dengan alasan kenapa anda menolak tiga yang lain.
A. Zeus
B. Quetzalcoatl
C. Wisnu
D. Trinitas Suci
(*Catatan: Pilihan D berasumsi kalau anda lahir sekitar 400 M atau setelahnya, setelah penemuan trinitas)

10. Anda melupakan sesuatu: hanya dengan percaya tuhan tidak cukup. Anda mesti percaya pada tuhan yang benar. Jadi bila saya
99.999…% yakin kalau tidak ada tuhan, namun tidak ingin masuk neraka selamanya, tuhan yang mana harus saya yakini?
Ini sebuah gagasan: Saya harus melakukan studi perbandingan konsep hukuman setelah mati untuk orang kafir dan pendosa di semua agama, dan memilih agama dengan hari akhir yang paling mengerikan untuk orang kafir. Itu akan menjadi agama saya. Atau, saya dapat menghitung delta antara hadiah di akhirat untuk orang beriman dikurangi hukuman di atas, dan memilih agama terbaik dengan delta terbesar secara positif.

Tentu, saya bisa menganggap kalau bila ada tuhan diluar sana yang menginginkan saya untuk percaya dan menyembahnya hanya karena saya tidak ingin menghabiskan keabadian saya di neraka walau ia tidak mengangkat satu jarinya pun untuk hal-hal baik dalam milenium terakhir - well, kasihan dia.


Taruhan Pascal – Pascal’s Wager

Berikut argumen Taruhan Pascal, yang sebenarnya bukan argumen tentang eksistensi Tuhan, tetapi hanya merupakan ajakan untuk mempercayai adanya Tuhan.

Argumen ini dicetuskan oleh matematikawan Perancis, Blaise Pascal, seorang Kristen. Da’i – da’i Muslim sering juga menggunakan argumen ini dalam dakwah-dakwahnya, walau tentu saja tidak disebutkan bahwa argumen ini berasal dari Pascal.

Begini argumennya:

1. Bila anda percaya akan Tuhan dan Tuhan itu ternyata ada, maka anda beruntung dan akan masuk surga.
2. Bila anda percaya akan Tuhan dan Tuhan itu ternyata tidak ada, maka anda tidak akan rugi.
3. Bila anda tidak percaya akan Tuhan dan ternyata Tuhan itu ada, maka anda rugi dan akan masuk neraka
4. Bila anda tidak percaya akan Tuhan dan ternyata Tuhan itu tidak ada, maka tidak akan terjadi apa-apa.

Lebih jelasnya mungkin dalam matriks:

Tuhan ada Tuhan tidak ada
Anda percaya Tuhan 1. masuk surga (untung) 2. tidak rugi/untung (menurut teis)
Anda tidak percaya Tuhan 3. Masuk neraka (rugi) 4. tidak rugi/untung (menurut teis)

Karena itu, tindakan paling logis dan menguntungkan adalah untuk percaya bahwa Tuhan itu ada.

Argumen ini memiliki empat kelemahan:
1. Seseorang tidak dapat membuat dirinya percaya akan sesuatu. Percaya akan sesuatu bukan suatu hal yang dapat anda lakukan seperti mengganti baju. Percaya timbul karena adanya bukti-bukti ataupun stimulus dari luar lainnya. Anda dapat saja berpura-pura beriman, tetapi apakah iman seperti itu yang dituntut oleh Tuhan yang kita bicarakan ini? Tentunya bukan. Dan tentunya Tuhan yang Maha Tahu akan dapat melihat kebohongan di hati anda.
2. Argumen ini logis bila Tuhan yang dimaksud adalah Tuhan yang menghukum dan menghadiahi Theis. Masalahnya, ini sekedar asumsi. Belum tentu Tuhan itu – kalau memang ada – sudah menyiapkan surga dan neraka. Atau, bagaimana kalau Tuhan ternyata sedikit sinting dan malah melakukan kebalikannya? Tuhan memberi hadiah pada atheis dan menghukum orang theis? Ini akan saya ilustrasikan dalam Taruhan Atheis berikut:

Taruhan Atheis / Atheists’ Wager:

Tuhan ada Tuhan tidak ada
Anda percaya Tuhan 1. masuk neraka 2. tidak rugi
Anda tidak percaya Tuhan 3. masuk surga 4. tidak rugi

Dalam Taruhan Atheis ini, Tuhan memberi hadiah pada orang-orang yang tidak begitu saja percaya akan sesuatu tanpa bukti-bukti yang jelas (para atheis), dan menghukum orang-orang bodoh yang mempercayai sesuatu tanpa bukti yang jelas (para theis).

Jadi, Pascal’s Wager tidak valid karena membuat asumsi yang belum jelas dan subjektif tentang Tuhan.

3. Ketiga, Taruhan Pascal berasumsi bahwa percaya (beriman) saja cukup untuk mendapatkan surga dan tidak beriman saja cukup untuk masuk neraka. Padahal kita tahu bahwa agama-agama menuntut pengabdian yang lebih dari sekedar iman saja. Dalam Islam ada Rukun Islam, dalam Kristen ada amalan-amalan yang harus dikerjakan. Kemudian bagaimana bila ada orang atheis yang banyak berderma dan baik budi? Apakah hanya karena ia tidak percaya Tuhan maka ia akan masuk neraka? Sungguh tidak adil. Sebagai ilustrasi Kerugian dari Iman, saya tuliskan di sini Thor’s Wager / Taruhan Thor (Dewa orang Viking):

Thor ada Thor tidak ada
Anda mati dalam pertempuran 1. masuk Valhalla (surga) 2. Mati sia-sia (rugi)
Anda mati secara alami 3. masuk Hel (neraka) 4. tidak rugi

Terlihat bahwa ada ruginya bila anda percaya akan Thor walaupun ternyata Thor itu ada. Untuk masuk Valhalla (surga) anda harus bertempur dan mati. Dalam kasus agama lain, anda tidak cukup beriman saja, anda harus ke gereja tiap minggu, sholat 5 waktu, berjihad, dan lain-lain hal yang membuang waktu, atau dalam kasus Thor ini, anda harus mati dalam pertempuran untuk masuk surga (sekedar mati saja tidak cukup; anda harus bertempur dulu).

4. Keempat, Taruhan Pascal berasumsi bahwa ada satu pilihan Tuhan saja. Padahal kita tahu ada banyak agama-agama di dunia, baik agama lama maupun baru. Bagaimana bila kita beriman pada Tuhan yang salah? Tentunya kita masuk pada kotak nomor 3 (neraka). Karena kita tahu bahwa mayoritas Tuhan adalah pencemburu (terutama Tuhan Monotheis). Allah tidak mau manusia menyembah Isa, Yahweh, ataupun tuhan lain. Dalam Kristen juga tidak dibenarkan menyembah Tuhan lain selain Yesus, Tuhan Bapa dan Roh Kudus. Apa artinya? Ini berarti bahwa kemungkinan menang taruhan bukanlah 1:2, melainkan 1:X dimana X adalah jumlah Tuhan yang pernah dikenal manusia. Suatu kemungkinan yang kecil sekali mengingat banyaknya agama di dunia. Belum lagi bila kita menghitung sekte-sekte dalam agama seperti Sunni, Syiah, Katolik, Protestan, Ahmadiyah, Druze dan lain sebagainya.

Jadi jelas Pascal’s Wager bukanlah alasan yang baik untuk mempercayai Tuhan, dan bukan merupakan bukti bahwa Tuhan itu ada.

http://newsweek.washingtonpost.com/onfaith/sam_harris/2007/04/the_cost_of_betting_on_faith.html

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License