Singularitas

Sebuah singularitas adalah sebuah tempat dimana konsep-konsep klasik ruang dan waktu runtuh sebagaimana pula runtuhnya hukum fisika yang diketahui karena semuanya dirumuskan lewat latar belakang ruang waktu klasik.
Prinsip pengabaian mengakibatkan tidak ada nilai-nilai fisik dari partikel-partikel yang dipancarkan dapat diramalkan. Singularitas big bang, akibatnya, memancarkan semua konfigurasi partikel dengan kemungkinan yang sama.
Paul Davis berkata “apapun dapat muncul dari sebuah singularitas telanjang – dalam kasus Big Bang, jagad raya yang keluar. Penciptaannya menunjukkan suspensi instan dari hukum fisika, tiba-tiba, meledak dari ketanpa hukuman yang membuat sesuatu keluar dari ketiadaan. Disini ketiadaan harus dipahami secara metafora yang menunjuk sesuatu yang bukan bagian dari kontinum ruang waktu 4 dimensi. Singularitas bukan sebuah bagian dari kontinum ini karena ia memuat kurang dari 3 dimensi ruang.
Diberikan syarat awal singularitas, tidak ada yang dapat diramalkan tentang keadaan masa depan alam semesta. Masing-masing konfigurasi yang mungkin dari partikel memiliki kemungkinan yang sama untuk dipancarkan oleh singularitas. Untuk sebarang konfigurasi C yang memuat instan acak dekat pada instan yang dicakup oleh singularitas dari C yang dipancarkan, terdapat hukum terkait dengan C pada konfigurasi yang mencakup instan selanjutnya namun tidak memuat hukum yang terkait C pada singularitas awal. C menganut sebuah evolusi berhukum namun asalnya tanpa hukum

Argumen ateis

1) Jika tuhan ada dan terdapat keadaan awal E dari alam semesta, maka tuhan membuat E.
2) Jika tuhan membuat E, maka E memuat mahluk atau memuat keadaan yang memberi adanya mahluk
3) Tuhan Maha Kuat, Maha Pengasih dan Maha Kuasa
4) Alam semesta bermahluk lebih baik daripada alam semesta tanpa mahluk.
Teorema singularitas Hawking-Penrose
5) Terdapat keadaan awal alam semesta dan ini adalah singularitas big bang. Karena singularitas memiliki jejari nol pada singularitas, ia bukan berdimensi 4, tapi karena singularitas adalah keadaan fisika lebih awal dari kontinum 4 dimensi, ia dapat dipandang sebagai kondisi awal alam semesta.
6) Keadaan awal alam semesta tidak bermahluk karena suhu, kelengkungan dan kepadatannya tak terhingga
7) Singularitas big bang tidak teramalkan dan tanpa hukum sehingga tidak ada jaminan bahwa ia akan memancarkan konfigurasi maksimal yang memuat alam semesta bermahluk
5 dan 7 berakibat:
8) Keadaan awal alam semesta tidak pasti apakah memungkinkan alam semesta bermahluk atau tidak
Diberikan 2,6 dan 8, kita menyimpulkan bahwa Tuhan tidak dapat menciptakan keadaan awal alam semesta. Akibatnya,
1) Tuhan tidak ada

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License