Simulasi Sibernetik Menunjukkan Proses Darwinian Tidak Menghasilkan Keteraturan

Klaim:
Darwinian dan neo Darwinian telah lama mengatakan kalau keacakan, plus rentang waktu panjang, plus seleksi alam akan bersamaan membentuk kode dan molekul tertentu. Walau demikian, kemajuan terbaru dalam sibernetika telah menunjukkan lewat percobaan simulasi kalau urutan barisan, spesifikasi dan koding tidak dapat disarikan dari keacakan berbasis postulat Darwinian.
Sumber:
Wilder-Smith, A.E., 1970. The Creation of Life, A Cybernetic Approach to Evolution. Harold Shaw Publishers, Wheaton, IL, pg. 116.]

Respon:
1970 adalah masa yang jauh dari terbaru. Program Ev karya Thomas Schneider, menunjukkan tepat bagaimana simulasi sibernetik system pengendali genetic menghasilkan keteraturan sebagaimana diukur memakai teori informasi Shannon. Paper dan program ini tersedia di http://www.lecb.ncifcrf.gov/~toms/paper/ev/
Avida (http://dllab.caltech.edu/avida/) bertindak tepat seperti yang diprediksikan dan berulang kali, dan telah dipelajari begitu banyak ilmuan selama bertahun-tahun. Mereka telah menemukan, memakai Avida, beberapa teknik baru matematika dan desain industri.

Referensi:
National Science Foundation, 2003. Artificial Life Experiments Show How Complex Functions Can Evolve.
http://www.sciencedaily.com/releases/2003/05/030508075843.htm

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License