Seleksi Alam Hanya Dapat Menjelaskan Evolusi Mikro

Klaim :
Seleksi alam dapat menjelaskan evolusi mikro, namun tidak dapat menjelaskan asal dari spesies baru dan ordo kehidupan yang lebih tinggi.
Sanggahan:

Biolog evolusioner telah menulis secara luas mengenai bagaimana seleksi alam dapat menghasilkan spesies baru. Sebagai contoh, dalam model yang disebut allopatri, dikembangkan oleh Ernst Mayr dari Harvard University, bila sebuah populasi organisme terisolasi dari spesies lain oleh batasan geografis, ia dapat menjadi subjek dari tekanan selektif berbeda. Perubahan dapat terakumulasi dalam populasi terisolasi. Bila perubahan tersebut menjadi begitu signifikan sehingga kelompok tersebut tidak dapat lagi kawin dengan kelompok asalnya, maka kelompok tersebut dapat terisolasi secara reproduktif dan pada gilirannya menjadi spesies baru.

Seleksi alam adalah mekanisme evolusi yang paling baik dipelajari, namun biolog terbuka pada kemungkinan lain pula. Biolog secara tetap mempelajari potensi mekanisme genetik tak wajar yang potensial menyebabkan spesiasi atau untuk menghasilkan fitur kompleks dari organisme. Lynn Margulis dari University of Massachusetts at Amherst dan lainnya telah mengajukan secara persuasif bahwa beberapa organel seluler, seperti pabrik energi mitokondria, berevolusi lewat penggabungan simbiotik organisme purba. Maka, sains mempersilakan kemungkinan evolusi dihasilkan dari gaya2 di luar seleksi alam. Tetap saja gaya2 tersebut haruslah alami; mereka tidak dapat diatributkan pada tindakan kecerdasan kreatif yang misterius yang keberadaannya, dalam istilah ilmiah, tak terbukti.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License