Rasa takut

Rasa takut berperan penting dalam hampir semua masalah psikologis manusia. Kapanpun jalinan trauma dipicu oleh pikiran kita atau peristiwa kehidupan, rasa takut muncul. Karena rasa takut mengalami trauma aslinya yang menyebabkannya pada awalnya saling menjalin. Stress adalah salah satu bentuk rasa takut.
Rasa takut juga dapat merupakan rasa sangat tidak senang pada kondisi, objek atau situasi tertentu: seperti kegelapan, hantu, dll.

Rasa takut pada anak-anak

Saat anak-anak, rasa takut mulai berpokok pada pengalamannya dengan lingkungan. Walau beberapa rasa takut bersifat realistik (seperti takut digigit anjing dan hewan liar lainnya), sebagian lagi terjadi karena fantasi (rasa takut dengan setan, hantu atau monster, dan inilah yang membuat anak percaya adanya tuhan). Rasa takut ini sering datang dalam bentuk mimpi pada anak-anak. Inilah mengapa anak-anak takut pada gelap karena ini artinya ia sendirian di kamar mereka dan terpaksa untuk tidur. Ini terjadi biasanya tepat setelah menonton film horor atau mengerikan diwaktu malam. Imajinasi mereka menjadi begitu kuat sehingga mereka percaya kalau apa yang mereka baru saja lihat adalah nyata.

Rasa takut pada orang dewasa

Ada banyak bentuk rasa takut pada orang dewasa: takut pada permen yang beracun, pestisida di air dan steroid pada makanan, asbes, formalin, 911 dan terorisme islam, Britney spears, SARS, flu burung, senjata api, pemanasan global, asteroid penghancur bumi, kegemukan, ebola, cloning, penembakan di sekolah, kanker, tingkat kepunahan dipercepat, pencurian identitas, penculikan alien, globalisasi, kehilangan pekerjaan, pakaian yang dapat terbakar, penyakit sapi, bau mulut, imigran, kebotakan, pendeta katolik, pernikahan homoseksual, kuman, menjadi tua, asuransi tidak cukup, kejahatan jalanan, diperkosa – hampir tidak ada habisnya penyebab rasa takut pada manusia. Seorang yang rasional mesti memeriksa apakah rasa takutnya terhadap suatu hal memiliki basis realitas.

Menaklukkan rasa takut menyajikan sebuah respon psikologis baru. Kelimpahan adrenalin menjadi tinggi. Tubuh penuh energi namun relaks. Emosi yang umum adalah merasa tenang.

Rasa takut pada hal yang tidak rasional

Rasa takut yang irasional, seperti takut pada hantu atau neraka, pada dasarnya adalah cerminan dari kepengecutan. Seperti wajah dalam cermin mengikuti pada wajah yang sesungguhnya. Adalah kelemahan dari seorang pengecut yang muncul dalam cermin dunia. Rasa takut mulai hanya saat kita menerima kalau kita tidak mampu menghadapi situasi krisis. Mereka yang percaya diri dalam menghadapi saat-saat sulit dan menghadapi masalahnya langsung, yang percaya kalau ada kekuatan dalam mencapai tujuan, dan mereka yang optimis kalau teman dan bahkan orang lain akan membantunya mampu menghadapi rasa takut imajiner dari pikiran mereka sendiri.
Referensi
1. The Psychology of Fear understanding the Dynamics of the Fear Response Lisa Fritscher, About.com
2. Women's psychology of fear http://www.essortment.com/ Edgar Samar - © 2002 Pagewise
3. Akhandjyoti » Magazine » 2003 » July Aug 2003 » The Psychology of Fear
4. Coming face-to-face with the psychology of fear Seda Terzyan, (Contact) Published: Thursday, April 19, 2007 http://dailybruin.com/
5. Paul Vallely: The Psychology of Fear Saturday, 23 July 2005 http://www.independent.co.uk/
6. INVESTIGATING THE SOCIAL PSYCHOLOGY OF FEAR http://www.trinity.edu/mkearl/socpsy.html
7. Childrens psychology of fear Edgar Samar - © 2002 Pagewise http://www.essortment.com/
8. Fear! - Facts and Factors (Psychology of Fear!) http://www.en.articlesgratuits.com/ SINGAPORE Published: 2006-04-13
Author: Chockalingam Eswaramurthi
9. FEAR psychology book, Be Your Own Therapist. http://www.psychologyhelp.com/book.htm

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License