Perbudakan dalam islam

Perbudakan dalam islam

Hubungan antara Allah dan manusia paling dipahami sebagai hubungan tuan-budak. Apakah mungkin kalau menjadi bagian masyarakat paling dapat dipahami kalau perbudakan adalah norma yang mencerminkan tuhan mereka sebagai majikan budak imajiner, lengkap dengan aturan yang harus dipatuhi untuk menghindari hukuman mengerikan?
Adalah benar kalau Quran menyuruh orang islam membebaskan budak, namun ini bukan konteks dalam melihat perbudakan sebagai sesuatu yang buruk sejak awalnya. Tidak ada dalam quran yang mengatakan kalau memperbudak itu salah, atau menunjukkan harus membebaskan budak karena memiliki budak itu salah. Namun quran malah mengatakan kalau membebaskan budak adalah tebusan atas melakukan dosa: (Surah 4 “An nisa” ayat 92)
Quran memandang pembebasan budak sebagai tindakan yang mulia; hal yang wajar dalam mencermati ini adalah adalah sebagai penebusan dosa karena memperbudak orang lain. Muslim dapat melihat pembebasan budak sebagai tundakan mulia – namun secara eksplisit bukan untuk dosa karena memperbudak orang lain, namun untuk menebus dosa lain yang ia perbuat. Fakta kalau membebaskan budak dapat menebus dosa lainnya menunjukkan kalau Quran tidak memandang memperbudak orang lain adalah dosa.

Sejarah perbudakan islam

Perdagangan budak arab pada budak Afrika hitam dimulai berabad-abad sebelum perdagangan budak kulit putih, dan berakhir berabad-abad setelah perdagangan budak kulit putih pula. Sesungguhnya, masih ada hingga sekarang, di Mauritania, Mali, Sudan dan bahkan Arab Saudi. Perdagangan budak Arab ditekan oleh pihak inggris pada akhir abad ke 19, lewat senjata dan ancaman. Kisah sepenuhnya mengenai ini dapat ditemukan dalam buku karya J. B. Kelly "Britain and the Persian Gulf, 1795-1880." Pelabuhan dikuasai oleh sultan Muscat dan oman – kepulauan Zanzibar dan Pemba – dimana para budak dikumpulkan dan dikapalkan ke Muscat, dan dari sini ke semua pasar budak Muslim —- Cairo, Damascus, Konstantinopel (dimana duta besar Rusia, penganut Tolstoy, membeli “Gannibal sang Moor,” yang menjadi kakek buyut dari — Alexander Pushkin).
Kolonialisme inggris dan perancis pada akhirnya mengakhiri perbudakan di sebagian besar Afrika dengan menguasai daratan dan perdagangan di laut. Kekuatan amerika dan eropa akhirnya mengakhiri bajak laut muslim di abad ke19. Tekanan politik, ekonomi, dan militer, terutama dari inggris, memaksa Negara-negara muslim melarang perbudakan. Arab Saudi dan Yaman melarangnya tahun 1962, sementara Mauritania telah melarangnya tiga kali, terakhir tahun 1980. Walaubegitu, praktek perbudakan terus terjadi di Arab Saudi hingga sekarang. Beberapa orang Arab Saudi yang tinggal di Amerika juga memiliki budak.

Budak wanita dalam islam

Dalam hukum islam, seorang wanita dapat dijadikan budak bila merupakan tawanan perang. Tuan dari sang budak ini dapat dinikahkan oleh tuannya kepada siapa yang di inginkan. Sebelum ini, sang wanita dapat melayani tuannya dalam masalah seks. Setelah dinikahkan, sang budak tidak boleh lagi melayani sang tuan dalam urusan seks, namun harus tetap melayani dalam urusan lainnya.
[70:29] Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,
[70:30] kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
[23:6] kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
[33:52] Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan isteri-isteri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu
Nasib budak wanita ditentukan saat ia didapat oleh pasukan islam sebagai tawanan perang. Mereka menjadi milik negara. Pemerintah memiliki tiga pilihan, apakah akan menukar mereka dengan tawanan dari pihak musuh, membagikannya kepada para tentara muslim, atau melepaskan merekabegitu saja. Mereka dianggap berstatus seperti barang.
Bila sang budak wanita diberikan kepada seorang tuan. Orang ini harus menunggu satu bulan sebelum bisa berhubungan seks dengan sang budak. Hal ini untuk mengetahui apakah sang budak sudah hamil sebelumnya atau tidak. Bila tidak, dan sang tuan berhubungan seks dengan budak ini dan pada akhirnya mendapatkan anak. anak ini dianggap sah, sama dengan anak dari istri sang tuan. Setelah ini, sang budak wanita tidak boleh lagi di jual dan bila sang tuan mati, sang budak otomatis bebas.
Seorang pria muslim berhak mendapatkan sebanyak apapun budak wanita yang ia dapatkan dari pemerintah.
[4:24] dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki(Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni’mati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Ayat diatas merupakan dalil untuk menjadikan status seorang wanita yang telah menjadi istri musuh dapat dijadikan budak saat ia tertangkap dalam perang.
Bila dalam perang sang suami beserta istrinya tertawanoleh tentara islam, menurut imam hanafi, sang istri tetap merupakan milik suaminya, tetapi menurut imam maliki dan syafi’i, sang wanita dapat diambil dan dijadikan budak wanita oleh negara.
Penyerahan sang budak wanita oleh negara kepada sseorang tuan ibarat pernyerahan anak oleh orang tuanya kepada suami. Dengan demikian setelah sang budak menjadi milik tuan, negara tidak berhak untuk menarik kembali keputusannya. selain itu pembagian wanita budak sekedar untuk pelampiasan seks adalah haram hukumnya.

Perbudakan islam dan DUHAM (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia)

Artikel 4 DUHAM
Tidak boleh ada perbudakan; perbudakan dan perdagangan budak harus dilarang dalam segala bentuk
Artikel 24 DUHAM
Setiap orang berhak beristirahat dan bersantai, termasuk pembatasan jam kerja dan hari libur disertai gaji
Quran

[2:178] Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma'af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih

[2:221] Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
[4:92] Dan tidak layak bagi seorang mu'min membunuh seorang mu'min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja)334, dan barangsiapa membunuh seorang mu'min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat335 yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah336. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya337, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[5:89] Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
Artikel 7 DUHAM
Semua orang sederajat di depan hukum dan tidak boleh didiskriminasi pada perlindungan yang sama di depan hukum. Semua orang dilindungi pada diskriminasi apapun dalam pelanggaran terhadap deklarasi ini dan dan pada tindakan apapun untuk mendiskriminasi seperti itu
Quran

16:75 Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui
[16:76] Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?
Artikel 16 DUHAM ayat 1
Pria dan wanita dewasa, tanpa dibatasi oleh ras, bangsa atau agama, memiliki hak menikah dan berkeluarga. Mereka memiliki hak yang sama dalam pernikahan, selama pernikahan dan pada perceraian.
quran

[2:221] Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
Artikel 23
Ayat 1 : Setiap orang memiliki hak untuk mencari nafkah, pekerjaan, diperlakukan adil dalam pekerjaan dan perlindungan terhadap pengangguran
Ayat 2 : Siapapun, tanpa diskriminasi apapun, memiliki hak yang sama atas gaji sesuai dengan pekerjaannya.
Ayat 3: Siapapun yang bekerja memiliki hak diperlakukan adil pada dirinya dan keluarganya dan keberadaannya sebagai martabat kemanusiaannya, dan didukung oleh, bila perlu, perlindungan social lainnya.
Ayat 4 : Setiap orang memiliki hak untuk membentuk dan bergabung dengan persekutuan dagang untuk perlindungan terhadap minatnya.
Quran:
2:178] Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma'af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih

[2:221] Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
[4:92] Dan tidak layak bagi seorang mu'min membunuh seorang mu'min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja)334, dan barangsiapa membunuh seorang mu'min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat335 yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah336. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya337, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[5:89] Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
Referensi:
1. Tafsir Mawdudi
2. http://www.state.gov/g/tip/rls/tiprpt/2007/82802.htm Tier 3 Worse Countries Practicing Human Trafficking and Modern Slavery
3. Hugh Fitzgerald : Undoing slavery in Islam http://www.jihadwatch.org/dhimmiwatch/
4. Human Rights -VS- Islam http://www.atheistnetwork.com/
5. DUHAM
6. God Is Not Great by Christopher Hitchens
7. SLAVERY IN ISLAM Silas http://liveleak.com/

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License