Paus

1. Kitab suci tidaklah seperti yang paus katakan "tertulis seluruhnya dan sepenuhnya, dengan seluruh bagianny di wahyukan oleh Roh Kudus."

2. Ini adalah posisi Vatikan dalam kata-kata Paus Leo XIII dalam Providentissimus Deus (studi ensiklisnya tahun 1893 pada kitb suci):
Adlah mutlak salah dan terlarang, baik dalam mengecilkan sebagian kitab suci saja, atau mengakui bahwa sang penulis suci telah salah. Untuk sistem dari mereka, untuk menghindari kesulitan-kesulitan ini, tidak memandang wahyu suci ini sebagai hanya memuat keimanan dan moral, dan tidak ada lagi selain itu, karena (sebagaimana yang telah salah mereka pikirkan) dalam sebuah pertanyaan akan kebenaran atau kesalahan suatu ayat, kita tidak perlu terlalu mengindahkan pa yang telah tuhan sampaikan sebagai alasan dan tujuan yang ia miliki di dalamnya - sistem ini tidak dapat di toleransi. Untuk semua kitab yang diterima gereja sebagai suci dan kanonis, tertulis seluruhnya dan sepenuhnya, dengan seluruh bagian-bagiannya diwahyukan oleh Roh Kudus; dan sejauh itu dari mungkin bahwa kesalahan apapun dapat hadir bersama wahyu, wahyu itu tidak hnya secara mendasar tidak mungkin slah, namun juga membuang dan menolaknya secara mutlak dan perlu karena mustahil kalau tuhan sendiri, kebenaran puncak, dapat mewahyukan sesuatu yang tidak benar. Ini dalah keyakinan dari masa lalu dan tidak pernah berubah dari gereja, di definisi secara sepakat oleh konsili Florence dan Trent dan akhirnya di konfirmasi dan dirumuskan dengan cepat oleh konsili Vatikan. Inilah kata-kata terakhir : "Kitab perjanjian bru dan lama, seluruhnya dan sepenuhnya, dengan seluruh bagiannya, disebutkan oleh konsili yang sama (Trent) dan dalam latin kuno Vulgate, harus diterima sebagai suci dan kanonis. Dan gereja memandangnya suci dan kanonis, bukan karena telah disusun oleh manusia, dan di syahkan oleh manusia; tidak pula karena memuat wahyu tanpa kesalahan; tapi karena telah di tulis di bawah wahyu Roh Kudus dan Tuhan sebagai pengarangnya."
3. Fakta bahwa Paus saat ini dengan bebas memakai istilah "nalar" dan "kebenaran" tidaklah menjamin bahwa ia sepakat dengan pendahulunya, atau mengenali penggantinya bila ia salah.
4. Tidak ada dalam fakta kata-kata paus(yang mana pun), pascal, paulus dan setiap orang kristen lainnya membuat klaim yang khusus dan unik pada agama kristen.
5. Dalam kenyataannya, Vatican II adalah kendali kerusakan. Gereja katolik telah berjuang membuat yang terbaik dari situasi buruk sejak Galileo - yang, seperti anda tahu, dipaksa tunduk di bawah ancaman penyiksaan dan mengakui pemahamannya tentang gerak bumi salah dan di penjara dalam rumahnya hingga akhir hayatnya. Ia tidak di ampuni atas dosa murtad hingga thun 1992 (beberapa dekade setelah Vtican II), dimana gereja memberikan kejeniusnnya sebagai nikmat tuhan "yng menuangkannya ke dalam ruhnya, memberinya semangat dan membantu intuisinya "(Ini mungkin tempat yang pantas untuk muntah).

6. Paus Johanes Paulus II, psca Vatican II, mengatakan : Wahyu ini pasti, anda hanya punya pilihan menerimanya atau menolaknya. Mereka yang menerimanya, mendapat keyakinan dalam tuhan, Bapa yang Maha agung, pencipta langit dan bumi, dan dalam yesus kristus, sang anak, dan zat yang sama dengan bapa dan ruh kudus, yang merupakan tuhan dan pemberi kehidupan. Atau anda dapat menolak ini semua.
7. Yang patut di garisbawahi disini adalah bahwa paus ini, dan semua pendahulunya (dan nda, tmpaknya) percaya bahwa injil adalah kitab ajaib : ia tidak dikarang manusia, betapapun cerdasny, nmun oleh kekuatan gaib.
8. Sangatlah jelas kalau tidak satupun dari anda, paus ataupun orang kristen lainnya dlam posisi tahu bahwa yesus sesungguhnya lahir dari perawan dan ia suatu saat akan kembali ke bumi untuk memamerkan kekuatan ajaibnya.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License