Partikel Tuhan

BBC, rabu, 10 Maret, 2004,

Seorang ilmuwan mengatakan salah satu partikel paling dicari dalam fisika - Boson Higgs - mungkin telah ditemukan, namun buktinya masih relatif lemah.

Peter Renton, dari University of Oxford, mengatakan partikel ini telah di deteksi oleh para peneliti di fasilitas penghancur atom di Swiss.
Boson Higgs menjelaskan kenapa partikel2 lain memiliki massa dan mendasar bagi sebuah pemahaman lengkap atas materi.
Hasil Dr Renton dalam pemburuan Higgs diterbitkan dalam majalah Nature.
Papernya dalam jurnal meninjau keadaan sekarang.
"Terdapat jelas bukti adanya sesuatu, apakah itu boson Higgs masih dapat dipertanyakan," kata sang fisikawan partikel, Dr Renton pada BBC News Online.
"Ia kompatibel dengan boson Higgs pastinya, namun hanya pengamatan langsung yang akan menunjukkan itu."
Bila benar, pekerjaan Dr Renton akan menempatkan massa partikel elusif ini pada sekitar 115 Giga Elektronvolt.

Partikel yang tidak stabil.

Ini datang dari sebuah sinyal yang diperoleh pada penumbuk elektron positron raksasa -Large Electron Positron collider (LEP) di Geneva, Swiss, yang sekarang telah dilepaskan untuk diganti dengan penumbuk Hadron raksasa - Large Hadron Collider (LHC).
Walaubegitu, terdapat 9% kemungkinan bahwa sinyal tersebut adalah 'derau' latar belakang.
Sebelum pemercepat LEP di pensiunkan, fisikawan memakainya untuk menabrakkan elektron dan positron dari arah berlawanan pada pipa melingkarnya, yang memiliki keliling sekitar 27km.
Saat partikel2 ini bertabrakan, mereka menciptakan letusan energi tinggi. Tumbukan ini sendiri terlalu kecil untuk dipelajari namun partikel baru yang lebih berat dapat muncul dari puing2.
Boson Higgs dianggap sangat tidak stabil dan, sekali tercipta, akan secepatnya meluruh.

Dr Renton mengutip bukti tidak langsung dari pengamatan2 perilaku partikel lain dalam penumbuk yang sesuai dengan gambaran dari massa boson Higgs sebesar 115 Giga elektron volt.

"Ini kontroversial. Datanya mungkin indikatif, namun ia butuh konfirmasi," kata Bryan Webber, professor fisika teoritis dari University of Cambridge.
"Massanya tepat pada energi maksimum pada LEP. Namun indikasi tidak langsung adalah bahwa boson Higgs harusnya dekat dengan nilai tersebut."

Penentu Massa

Fisikawan telah mengamati 16 partikel yang menyusun semua materi di model standar partikel dan interaksi dasar.
Namun jumlahnya tidak membenarkan model standar bila semua partikel ini dianggap sendirian. Bila hanya ada 16 partikel yang ada, mereka akan tidak punya massa - bertentangan dengan apa yang kita ketahui benar di alam.
Partikel lain harus memberikan mereka massa ini. Masuklah boson Higgs, pertama kali diajukan oleh fisikawan University of Edinburgh , Peter Higgs dan koleganya di akhrir 1960an.
Teori mereka adalah bahwa semua partikel memperoleh massa mereka lewat interaksi dengan sebuah medan semesta, yang disebut medan Higgs, yang dibawa oleh boson Higgs.
Perlunya Higgs dalam model standar telah membuat beberapa ilmuan menyebutnya 'Partikel Tuhan'.

Dr Renton berkata ia berharap saat penumbuk hadron raksasa terbangun dan bekerja tahun 2007, boson Higgs akan di deteksi dalam satu atau dua tahun kemudian.
LHC adalah pemercepat yang berenergi lebih tinggi yang akan memungkinkan jangkauan massa yang lebih tinggi untuk di jealjahi. Ia juga akan mampu menghasilkan berkas partikel yang lebih kuat sehingga data dapat diperoleh lebih cepat.

Mungkin pula Laboratorium Pemercepat Nasional Fermi di luar kota Chicago, AS, akan membuat penemuan ini.
Peneliti2 berharap mereka dapat menghasilkan data yang cukup untuk membuktikan keberadaan Higgs sebelum LHC bekerja.
Sumber : http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/3546973.stm

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License