Papua

Papua adalah belahan barat pulau Irian, dan secara resmi merupakan bagian dari Indonesia. Pulau ini seluruhnya memiliki keragaman budaya dan bahasa luar biasa; mencakup 0,01% populasi dunia, namun 15% bahasa yang ada di dunia.
Penduduk asli papua terdiri dari sekitar 312 suku, termasuk suku terasing. Daerah pegunungan tengah adalah rumah dari penduduk dataran tinggi, yang berpenghidupan dari beternak babi dan bertanam ubi jalar. Penduduk dataran rendah tinggal di daerah rimba dan pesisir dan hidup dari kelimpahan hewan buruan dan mengumpul. Sebagian bahasa tribal papua saling berhubungan, namun sebagian lagi sepenuhnya unik. Penduduk asli papua secara etnis sepenuhnya berbeda dari bagian lain indonesia.
Suku-suku di papua
1. Korowai
Koroway adalah salah satu suku terasing di daerah papua, julukan terkenal mereka adalah “suku rumah pohon”, yang diberikan oleh misionaris pertama yang menemukan mereka, Gerrard Van Engk
Koroway selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk dekat dengan makanan dan memburu hewan yang disediakan alam. Baik pemburu dan pengumpul Koroway yang berpindah akan membangun rumah pohon sekali tiap 2 atau 3 tahun.
Jamuan sagu adalah ritual utama suku Koroway untuk memperbarui dunia mereka dan hubungan mereka dengan tuhan/roh pada masyarakat mereka.

2. Suku Asmat
Ditemui pertama kali oleh kapal SS Flamingo tanggal 10 oktober 1904 pada pelayaran menjelajahi pantai selatan irian. Teluk tempat mereka berlabuh adalah wilayah asmat yang disebut dalam bahasa belanda Oostbaai atau Flamingobaai. Segera setelah kapal berlabuh, kapal ini dikerumuni oleh sejumlah besar kano penduduk setempat yang penasaran dengan pendatang baru ini.
Kedua pihak sangat berhati-hati namun, dengan bantuak bahasa tubuh, botol kosong dan pisau, mereka segera bersahabat dan bertukar dayung, panah, tombak dan perisai dari kayu. Namun tak lama para pendatang dari kapal merasa terancam oleh perilaku kaum lelaki asmat dan memutuskan untuk berlayar kembali ke daerah Mimika.
Daerah mereka tertutup belantara, sepanjang 200 km garis pantai dan masuk 100 km ke daratan. Memiliki banyak sekali sungai dan hampir selalu hujan dengan lebih dari 5000 mm per tahun.
Asmat adalah suku paling terkenal di papua karena gagasan mereka yang unik dan desain ukiran kayu serta praktek perburuan kepala di masa lalu.

3. Suku Dani
Pertemuan pertama dengan penduduk Baliem ini terjadi pada tanggal 31 juli 1939 dalam bentuk konflik yang tidak bersahabat.Richard Bold memimpin tim ekspedisi penelitian flora dan fauna saat penduduk setempat menghujani mereka dengan panah dan tombak. Saat perang dunia kedua sebuah pesawat AS jatuh di lembah Baliem. 21 penumpang tewas, dan tiga selamat, seorang gadis bernama Margareth Hasting
Suku Dani mengkonsumsi babi dan ubi jalar, sekitar 90% menu mereka adalah ubi jalar. 10 persen lainnya adalah beragam makanan, hampir semuanya mereka tanam sendiri. Sebagian besar daging yang mereka makan berasal dari babi ternak, yang dipotong hanya pada saat ritual. Namun ada banyak sekali babi yang dipotong saat ritual, jadi setiap minggu kebanyakan penduduk mendapat jatah beberapa ons.

4. Suku Bauzi
Suku Bauzi terdiri dari 1500 orang yang tinggal di daerah Memberamo bawah, papua utara. Dahulu suku bauzi adalah orang animistik yang ganas, sekarang mereka 65% kristen. Perang suku tidak lagi menjadi bagian kebudayaan Bauzi dan semua bauzi memiliki bahasa yang sama. Di tahun-tahun terakhir, para ahli bahasa telah mempelajari bahasa dan menerjemahkan beragam buku, termasuk injil, kedalam bahasa Bauzi.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License