Misa

Misa adalah perkumpulan sesama umat satu agama di tempat tertentu dan waktu tertentu. Dalam bahasa Indonesia, misa dikhususkan hanya kepada umat Kristen. Tapi dalam bahasa inggris misa ditujukan pada aliran agama manapun.

Gereja Kristen

Ada banyak aliran dalam kristen, masing-masing dengan misanya. Ada mormon, katolik ataupun methodist, yang umumnya dianut orang kulit hitam. Misa juga dilakukan di institusi militer di Amerika Serikat. Mereka yang tidak mengikuti misa, biasanya disuruh mengerjakan pembersihan ruangan. Dalam misa sering ada nyanyian, tarian, pendeta yang karismatik dan pujangga, choir gospel dan band yang memainkan musik yang umumnya menggembirakan. Tapi misa yang seperti ini jarang dilakukan karena banyak yang harus dikerjakan.

Di negara-negara barat sebagian orang-orang non-kristen pergi ke gereja untuk misa. Biasanya karena mereka ingin tetap menjaga persahabatan dengan orang lain atau memimpin diskusi dan perkumpulan buku, ataupun juga merayakan hari raya natal dan paskah. Sebagian juga merasa ingin menangisi kepergian keluarganya yang pemakamannya difasilitasi gereja.
Banyak orang tetap memeluk sebagian aspek dari agama tradisional tanpa benar-benar mempercayai doktrin agama. Sebagai contohnya novak yang mengunjungi misa paskah ortodoks rusia dimana ia dibesarkan karena menyukai upacara dan musiknya. Ia menghargainya sama halnya dengan orang yang pergi ke kuil di Thailand untuk berwisata.

Gereja Unitarian universalis

Unitarian universalis adalah keyakinan yang lebih pada penyatuan masyarakat tanpa memandang keyakinan. Setiap minggu misa yang mereka lakukan, namun umumnya terdiri dari pengumuman, membaca, termasuk membaca prinsip-prinsip, hymne dan musik lainnya, meditasi singkat, kotbah (biasanya dibawah setengah jam) dan berbagi perasaan dan kasih sayang.
Semua unsure masing-masing misa dipilih untuk sesuai dengan tema kotbah. Setelah misa, orang bersosialisasi sambil mengopi atau penyegaran lainnya, sambil melanjutkan diskusi yang dipicu oleh kotbah. Kotbah unitarian universalis berbeda dengan Kristen, karena tidak mencoba memberitahu apa yang mesti orang lakukan atau pikirkan. Mereka menawarkan gagasan yang merangsang berpikir dan merenung pada satu topic sehingga anda dapat memeriksa topic lebih mendalam dan menentukan keyakinan anda sendiri mengenainya. Setelah kotbah, pembicara sering mengundang komentar dan pertanyaan dari para hadirin untuk memfasilitasi dialog. Kotbah bervariasi tergantung apa yang dipinta oleh pengurus atau anggota gereja atau bahkan professional pengunjung yang dikenal – dan kadang saat berbicara pada misa memakai model lain, seperti lewat musik, puisi atau ritual.

Walau misa beragam setiap tahun, unitarian universalis mencoba merayakan banyak hari raya religius termasuk paskah, garis balik musim panas atau dingin, hari orang mati, Chanukah, Passover, natal dan kwanzaa. Upacara keagamaan seperti pernikahan, memorial, dedikasi untuk anak dan pemberian nama, dan tahun baru. Sebagai tambahan, Unitarian universalis memiliki tradisi tahunan sendiri, seperti kegiatan teman misterius antargenerasi pada hari valentine, misa minggu berbunga di awal juni dan misa pulang kerumah pada awal September. Mereka juga memiliki tempat penitipan anak. Anak yang lebih besar dapat ikut pada misa, lalu ikut ke kelas pendidikan agama sesuai usia mereka: pra sekolah atau sd, smp atau sma. Bila orang tua mengizinkan, anak dapat ikut pada misa. Bila anak ribut dapat berpindah ke ruangan sebelah yang terbuka sehingga tetap dapat mendengarkan diskusi.
Gereja Unitarian universalis dapat juga di isi dengan orang cacat dengan kursi roda. Pengurus gereja Unitarian universalis sangat bersahabat, mereka menyapa pengunjung saat mereka masuk dan berdiskusi dengan mereka saat waktu istirahat. Namun mereka tidak pernah meminta anda bergabung dengan gereja itu segera karena mereka meminta anda berkunjung untuk beberapa bulan dan melihat apakah cocok atau tidak. Mereka juga tidak pernah memaksa orang untuk berpindah agama karena mereka menghargai keyakinan apapun dan menerima semua tradisi agama. Pada minggu ke empat tiap bulan, setelah misa, ada waktu “UU and You”, sebuah perkumpulan tidak resmi dimana pengunjung dapat bertanya pada anggota gereja dan saling mengenal. Mereka senang anda menjadi anggota gereja, tapi tidak ingin memaksakannya. Masing-masing misa adalah satuan mandiri. Sebagian misa Unitarian universalis akan lebih theistic. Sebagian akan lebih spiritual. Sebagian akan lebih mengharukan, sebagian lagi lebih intelektual. Ia tergantung pada subjek dan demi keadilan. Saat seseorang mengeluh kalau misanya tidak sesuai kebutuhannya, maka dikatakan kalau ada seseorang dalam perkumpulan dengan teologi berbeda dengan anda memperoleh apa yang ia inginkan. Sebuah hal yang patut anda syukuri.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License