Mantera melawan cacing

Di zaman purba, dalam percakapan dan kebiasaan sehari-hari, kejadian yang paling duniawi dihubungkan dengan peristiwa kosmik yang paling akbar. Contoh yang sangat menarik adalah mantera melawan cacing yang dikira orang Assiria dari 1000 SM sebagai penyebab sakit gigi. Mantera itu bermula dengan asal usul alam semesta dan berakhir dengan pengobatan untuk sakit gigi.
Dan sesudah Anu menciptakan langit
Dan langit menciptakan bumi
Dan bumi menciptakan sungai
Dan sungai menciptakan rawa
Dan rawa menciptakan cacing
Dan cacing pergi menghadap Shamash sambil menangis
Air matanya bercucuran di depan Ea
”Apa yang akan tuan berikan untuk makananku
Apa yang akan tuan berikan untuk minumanku?”
”Aku akan memberimu buah ara yang kering
Dan aprikot”
”Apa arti semua itu bagiku?
Buah ara yang kering dan aprikot!
Angkatlah aku dan diantara gigi dan gusi
Biarkanlah aku tinggal…”
Karena kau sudah mengatakan ini, o cacing
Semoga Ea menghantam kau dengan kekuatan tangannya!!!”

Obatnya: campurlah bir mutu kelas dua dan minyak
Baca mantera ini tiga kali oleskan diatas gigi

Nenek moyang kita ingin sekali memahami dunia, akan tetapi belum berhasil menemukan suatu metode. Mereka membayangkan alam semesta yang kecil, teratur, aneh, tenaga dominan di dalamnya adalah tuhan seperti Anu, Ea, Shamash, Allah, Abeguwo, Bochica, Hades, Quetzalcoatl. Dalam alam semesta itu, manusia memainkan peran penting meskipun tidak utama.
Kita dengan baik sekali terikat dengan alam. Pengobatan sakit gigi dengan bir mutu kelas dua terkait dengan misteri kosmologis yang paling dalam.

Sumber : Kosmos, Carl Sagan

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License