Daftar Argumen-argumen Kreasionis

1. Apakah Seleksi alam berdasarkan pada penalaran sirkuler : yang terbaik adalah yang bertahan, dan yang bertahan adalah yang terbaik.?

"Yang bertahan adalah yang terbaik" adalah cara mengungkapkan seleksi alam, namun deskripsi yang lebih teknis menyebutkan beragam taraf pertahanan dan reproduksi. Yaitu, bukan melabeli spesies sebagai yang lebih atau kurang baik, seseorang dapat mendeskripsikan berapa banyak keturunan yang mungkin dapat mereka hasilkan pada kondisi yang diberikan. Letakkan sepasang burung finches berparuh kecil yang subur dan sepasang burung finches berparuh besar yang kurang subur disebuah pulau yang kaya dengan biji-bijian. Dalam beberapa generasi keturunan yang subur akan menguasai lebih banyak sumber2 makanan. Namun bila paruh besar lebih mudah menghancurkan biji, keuntungan dapat berpihak pada keturunan yang kurang subur. Dalam sebuah studi perintis dari burung2 finches di kepulauan Galapagos, Peter R. Grant dari Universitas Princeton mengamati jenis2 populasi ini bergeser di alam liar [see his article "Natural Selection and Darwin's Finches"; Scientific American, October 1991].

Kuncinya adalah bahwa kebaikan adaptif dapat didefinisi tanpa referensi pada pertahanan hidup : paruh besar lebih baik beradaptasi untuk menghancurkan biji2an, tidak tergantung pada apakah perilaku tersebut memiliki nilai survival pada kondisi demikian.

2. Apakah Ketidaksetujuan antara para pakar biologi evolusioner menunjukkan betapa sedikitnya dukungan ilmiah pada evolusi?

Biologiwan evolusioner secara bersemangat memperdebatkan beragam topik : bagaimana spesiasi terjadi, tingkat perubahan evolusioner, hubungan kekerabatan antara burung dan dinosaurus, apakah Neanderthal adalah sebuah spesies yang terpisah dari manusia modern, dan lebih banyak lagi. Perdebatan semacam ini umum terjadi dalam semua bidang sains lainnya. Walaupun demikian, evolusi secara universal telah diterima oleh semua pakar biologi yang berpikiran waras.

Sayangnya, kreasionis yang tidak jujur telah menunjukkan sebuah keinginan untuk mengutip pendapat ilmuwan diluar konteks untuk membesar2kan dan mendistorsi ketidaksepakatan. Setiap orang yang memahami karya-karya paleontolog Stephen Jay Gould dari Harvard University yang disamping membuat model keseimbangan-punktuatif, juga adalah pendukung terdepan dari evolusi. (Keseimbangan terpunktuasi menjelaskan pola2 dalam rekaman fosil dengan menyarankan bahwa sebagian besar perubahan evolusi terjadi dalam selang2 yang singkat secara geologis — yang dapat berarti beberapa ratus generasi saja.) Namun kreasionis menyorot frase2 terpotong dari prosa Gould untuk membuatnya terdengar seolah2 meragukan evolusi, dan mereka menyajikan keseimbangan terpunktuasi seolah2 spesies baru termaterialisasi dalam semalam saja atau burung tiba-tiba lahir dari telur reptil.

Jika menghadapi sebuah kutipan ilmiah yang seakan-akan mempertanyakan evolusi, lihatlah pernyataan sesungguhnya. Hampir bisa dipastikan, serangan pada evolusi akan terbukti hanyala sebuah ilusi.

3. Benarkah Evolusi tidak dapat menjelaskan bagaimana kehidupan pertama kali muncul di bumi?

Asal dari kehidupan memang masih merupakan misteri, namun ahli biokimia telah mempelajari bagaimana asam nukleat primitif, asam amino dan balok penyusun kehidupan lainnya dapat terbentuk dan mengorganisasi diri sendiri menjadi satuan yang dapat mereplikasi diri dan mempertahankan diri, yang merupakan dasar biokimia seluler. Analisis astrokimia memberi petunjuk bahwa kuantitas senyawa-senyawa diatas dapat berasal dari ruang angkasa dan jatuh ke bumi dengan komet, sebuah skenario yang dapat memecahkan masalah bagaimana penyusun2 itu muncul pada kondisi yang begitu ekstrim saat planet kita masih muda.

Kreasionis kadang mencoba menyerang teori evolusi dengan menunjuk pada ketidakmampuan sains saat ini untuk menjelaskan asal usul kehidupan. Namun walaupun jika kehidupan di bumi pada kenyataannya memiliki asal non evolusioner (misalnya, bila alien datang dan meletakkan sel peertama di bumi miliaran tahun lalu), proses evolusi sejak itu akan jelas dikonfirmasi oleh berbagai riset mikro dan makro evolusi yang tak terhitung jumlahnya.

4. Apakah Manusia dan simpanse hanya berbagi 95% DNA Artinya evolusi salah?

Saya menerima fakta yang anda ajukan bahwa ternyata manusia dan DNA memiliki kesamaan yang jauh lebih sedikit berdasarkan metode Roy Britten. Ada beberapa tanggapan saya mengenai kesimpulan anda.

a. Saya bingung kenapa Harun Yahya menterjemahkan data ini sebagai suatu bukti evolusi adalah salah? Tentunya penemuan lebih banyak duplikasi genetik, sumber dari kerumitan genetik, tampak menolong evolusi dan menolong kita memahami apa yang memisahkan kita dari sepupu terdekat kita, simpanse? Lagipula bahkan Michael Behe menerima kesamaan nenek moyang sebagai sebuah fakta.

b. Perbedaan antara simpanse dan manusia pada perhitungan substitusi nukleotida tunggal rata2 1,23 persen, dimana 1,06 persen atau kurang adalah pada divergensi tetap, dan sisanya sebagai hasil dari polimorfisme didalam populasi simpanse dan di dalam populasi manusia. Peristiwa "masuk dan hapus" (indel) bertanggungjawab untuk 3 persen perbedaan antara deretan manusia dan simpanse, namun setiap indel secara tipikal melibatkan nukleotida yang jamak. Jumlah perubahan genetik dari indel adalah sebuah pecahan jumlah substitusi nukleotida tunggal (sekitar 5 juta dari 35 juta). Jadi mendeskripsikan manusia dan simpanse sebagai 98 hingga 99 persen identik adalah pantas (pendataan DNA simpanse 2005).

c. Perbedaan pengukuran tergantung pada apa yang anda ukur. Bila anda mengukur jumlah protein dimana keseluruhan protein identik dalam kedua spesies, manusia dan simpanse adalah hanya 29% identik.(pendataan DNA simpanse 2005). Bila anda mengukur beda pasangan basa taksinonim di daerah pengkodean protein, manusia dan simpanse 99,75% identik (pendataan DNA simpanse 2005). Nilai asli pendekatan 98,4% datang dari percobaan hibridasi DNA, yang diukur (secara tidak langsung, lewar suhu pencairan DNA) beda barisan antara segmen pendek genome yang cukup sama untuk menghibridasi namun dengan unsur repetitif dipisahkan(Sibley and Ahlquist 1987). Berapapun ukuran dipakai, sejauh pengukuran yang sama adalah konsisten, akan menunjukkan bahwa manusia lebih dekat berkaitan dengan simpanse (termasuk bonobo, spesies saudari dari simpanse) dari pada spesies manapun.

Perlu dicatat pula, bahwa evolusi tidak seragam terjadi pada genone, jadi pendekatan perbedaan manusia-simpanse yang dipandang hanya bagian dari genome dapat memberi hasil yang beragam (Britten 2002, Chen et al. 2001).

Referensi:

Britten, Roy J. 2002. Divergence between samples of chimpanzee and human DNA sequences is 5% counting indels. Proceedings of the National Academy of Science USA 99: 13633-13635.

Chen, F.-C., E. J. Vallender, H. Wang, C.-S. Tzeng, and W.-H. Li. 2001. Genomic divergence between human and chimpanzee estimated from large-scale alignments of genomic sequences. Journal of Heredity 92(6): 481-489.

Chimpanzee Sequencing and Analysis Consortium. 2005. Initial sequence of the chimpanzee genome and comparison with the human genome. Nature 437: 69-87.

Sibley, C. G. and J. E. Ahlquist. 1987. DNA hybridization evidence of hominid phylogeny: Results from an expanded data set. Journal of Molecular Evolution 26: 99-121.

5. Benarkah Darwinisme tidak ilmiah?

Kita sekarang tiba pada pertanyaan dari teori atau penyebab. Anggap bahwa salah seorang adalah evolusionis, apa yang menyebabkan proses? Ada banyak mekanisme yang diajukan: seleksi alam, Lamarckism (pewarisan sifat yang dimiliki), saltasionisme (lompatan), orthogenesis (trend terarah), drift (pembelokan acak), dan lainnya. Benar untuk penekanan saya. Saya tidak akan mendaftar semua pilihan tidak pula akan menolaknya. Saya lebih melihat pada posisi saya, Darwinisme, dan kenapa saya pikir itulah pilihan yang paling benar.

Jawaban saya berpusat pada apa yang menurut saya adalah aspek terpenting dari sifat organik, memisahkannya dari kenyataan lainnya. Organisme bekerja, mereka berfungsi, mereka seolah telah dirancang, mereka memiliki adaptasi. Tidak masuk akal untuk bertanya apa fungsi dari kawah di bulan. Tapi sangat masuk akal kalau bertanya tentang apa pungsi sirip di punggung dimetrodon. Saya telah katakan bahwa organisme "seolah2" dirancang. Apakah saya menyarankan bahwa mereka tidak di rancang? Tidak, tidak pula saya katakan bahwa mereka di rancang. Penekanan saya adalah, seperti orang yang mengikuti sains, bila berbicara tentang perancang menunjukkan seseorang yang terlibat secara ajaib dalam proses, gagasan tersebut jelas tidak pantas dalam konteks ini.

Seseorang mesti menjelaskan adaptasi organisme secara alami. Ini dapat dilakukan dengan memakai seleksi alam, survivel diferensial dari organsime tertentu, dengan latar belakang genetika modern. Awalnya ini adalah genetika mendel, namun sekarang kita pikir bahwa pada akhirnya semua dapat dirujuk ulang ke rantai panjang asam ribo nukleat (DNA dan RNA). Saya percaya bahwa, untuk alasan yang tidak terkait dengan kebutuhannya, organisme beragam. Terdapat tekanan tetap pada populasi, membawa pada kompetisi sumber alam dan pasangan hidup ("perjuangan untuk eksis"). Sebagian organisme bertahan dan berkembang biak. Sebagian tidak. Mereka yang berhasil, memiliki variasi rata2 yang tidak dimiliki yang kalah, dan variasi ini, walau tampak tidak memiliki alasan, membantu pemenang untuk menang. Diberikan cukup waktu, karena variasi dapat diturunkan, ia mendapatkan evolusi. Lebih signifikan ia memperoleh evolusi adaptasi.

Argumen ini sederhana, namun bukan disederhanakan. Ia benar, tapi bukan dibenarkan. Teori Evolusi adalah penemuan paling indah dan paling kuat yang pernah dibuat oleh manusia. Itulah kenapa saya bangga disebut sebagai seorang "Darwinis". Bukan hanya karena seleksi alam menjelaskan mengenai dunia yang telah kita kenal, namun ia seperti gagasan2 ilmiah terbaik lainnya, memuat potensi penjelasan dalam bidang2 baru penelitian. Dalam 30 tahun terakhir, misalnya, seleksi Darwin telah dikenalkan pada studi kita mengenai perilaku sosial secara memuaskan dan besar2an. Masalah2 lama, sebagai contohnya, struktur sarang Hymenoptera (semut, lebah, dan penyengat), kini dilihat dalam suatu cahaya yang baru dan jelas.

6. Apakah Secara matematis, mungkinkah sesuatu yang serumit protein, apalagi sel hidup atau manusia, dapat muncul secara kebetulan?

Kebetulan memainkan peran dalam evolusi (sebagai contoh, dalam mutasi acak yang dapat memberi kemunculan pada perilaku baru), namun evolusi tidak tergantung pada kebetulan untuk menciptakan organisme, protein atau entitas lain. Sebaliknya : seleksi alam, mekanisme dasar evolusi, memberikan perubahan tak acak dengan memberikan tampilan "yang diinginkan" (adaptif) dan mengeliminasi yang "tidak diinginkan"(non adaptif). Selama gaya2 seleksi tetap konstan, seleksi alam dapat mendorong evolusi ke satu arah dan menghasilkan struktur yang memuaskan dalam waktu yang singkat.

Sebagai analogi, perhatikan barisan 13 huruf berikut "TOBEORNOTTOBE." Biarpun jutaan orang sekaligus masing-masing mengetik satu frase per detik, butuh waktu 78.800 tahun untuk menemukannya dalam 2613 kemungkinan. Namun tahun 1980an Richard Hardison dari Glendale College menulis sebuah program komputer yang menghasilkan frase2 secara acak sementara tetap mempertahankan posisi huruf-huruf individual yang yang kelihatannya letaknya sesuai (sebagai efek, menyeleksi frase2 yang lebih mirip Hamlet). Rata2, program membuat ulang frase tersebut dalam hanya 336 iterasi, kurang dari 90 detik. Bahkan yang lebih mengagumkan, ia dapat merekonstruksi seluruh permainan Shakespeare dalam hanya empat setengah hari.

7. Argumen ketidakpedulian

Klaim :

Adalah tidak dapat dibayangkan bahwa (isi apa saja) dapat muncul secara alami. Maka, ia pasti diciptakan. (Harun Yahya dalam hampir semua bukunya)

Argumen ini, juga dikenal sebagai argumen dari ketidakpedulian atau "god of the gaps," adalah implisit dalam banyak sekali argumen Harun Yahya. Secara khusus, ini berada pada semua argumen melawan abiogenesis dan segala klaim perancang agung.

Sanggahan :

1. Benarkah, klaim ini adalah "Saya tidak dapat membayangkan (isi apa saja)." Yang lain bisa saja menemukan penjelasan alami; dalam banyak kasus, mereka sudah punya. Tidak ada orang yang tahu segalanya, jadi tidaklah beralasan untuk menyimpulkan bahwa sesuatu itu mustahil hanya karena anda tidak tahu itu. Bahkan seorang antievolusionis ternama menekankan point ini: "Bahaya dari argumen negatif adalah ia dapat berada pada bagian kekurangtahuan kita, bukannya pada hasil positif"(Behe 2003).

2. Argumen tentang keraguan menciptakan Tuhan sebagai pengisi celah. Tuhan bertanggungjawab pada petir hingga kita menemukan penyebab alami dari petir, untuk penyakit infeksi hingga kita menemukan bakteri dan virus, untuk penyakit mental hingga kita menemukan biokimia yang menyebabkannya. Tuhan cuma dianggap sebagai bagian alam semesta yang tidak kita kenal, dan bagian itu semakin menyusut.

Referensi:

Behe, Michael. 2003. A functional pseudogene?: An open letter to Nature.http://www.arn.org/docs2/news/behepseudogene052003.htm

8. Mutasi adalah mendasar bagi teori evolusi, namun mutasi hanya dapat mengeliminasi sifat yang tidak diinginkan. Mutasi tidap dapat menciptakan sifat baru.

Klaim :

Mutasi adalah mendasar bagi teori evolusi, namun mutasi hanya dapat mengeliminasi sifat. Mutasi tidak dapat menghasilkan fitur baru.

Sebaliknya, biologi telah mendokumentasi banyak perilaku yang dihasilkan oleh mutasi titik (perubahan pada posisi yang pasti dalam sebuah DNA organisme) — contohnya, daya tahan bakteri terhadap antibiotika. Mutasi yang muncul pada keluarga homeobox (Hox) dari gen2 pengatur regulasi pada hewan dapat pula memiliki efek yang rumit. Gen2 Hox mengarahkan kemana kaki, sayap, antena dan segmen tubuh mesti tumbuh. Pada lalat buah, misalnya, mutasi yang disebut Antennapedia menyebabkan kaki tumbuh di tempat dimana seharusnya antena yang tumbuh. Anggota tubuh tak normal ini tidak fungsional, namun keberadaannya menunjukkan bahwa kesalahan genetik dapat menghasilkan struktur kompleks, yang untuk kemudian dapat di uji oleh seleksi alam apakah dapat berguna atau tidak.
Lebih lanjut, biologi molekuler telah menemukan mekanisme untuk perubahan genetik yang terjadi lebih dari sekedar mutaasi titik, dan ini memperluas cara dimana sifat baru dapat muncul. Modul fungsional dalam gen dapat terpotong dalam cara yang tepat. Seluruh gen dapat secara tidak sengaja terduplikasi dalam sebuah DNA organisme, dan duplikasi ini bebas bermutasi menjadi gen2 untuk fitur2 baru yang rumit. Perbandingan DNA dari beragam organisme menunjukkan bahwa beginilah bagaiamana keluarga globin dari protein darah berevolusi selama jutaan tahun.

9. Evolusionis tidak dapat menunjukkan fosil transisi apapun — mahluk yang separuh reptil dan separuh burung, misalnya.

Klaim : Evolusionis tidak dapat menunjukkan fosil transisi apapun — mahluk yang separuh reptil dan separuh burung, misalnya.

Sebenarnya, para paleontologis tahu banyak contoh detil dari fosil intermediat dalam bentuk antara beragam kelompok taksonomi. Salah satu fosil paling terkenal sepanjang masa adalah Archaeopteryx, yang memiliki gabungan struktur tulang dan bulu aneh bagi burung dengan fitur dinosaurus. Sekumpulan spesies fosil berbulu lainnya, yang lebih penerbang atau kurang, telah pula ditemukan. Sebaris fosil merentang evolusi kuda modern dari Eohippus yang jecil. Paus memiliki nenek moyang berkaki empat yang berjalan di darat, dan mahluk yang dikenal sebagai Ambulocetus dan Rodhocetus membantu transisi tersebut terujud.[lihat"The Mammals That Conquered the Seas," by Kate Wong; Scientific American, May]. Fosil kerang menunjukkan jejak evolusi beragam molluska selama jutaan tahun. Mungkin 20 atau lebih hominid (tidak semuanya nenek moyang kita) memenuhi celah antara Lucy the australopithecine dan manusia modern.

Kreasionis, menolak studi fosil ini. Mereka mengatakan bahwa Archaeopteryx bukanlah sebuah missing link antara reptil dan burung — ia hanyalah sejenis burung yang telah punah dengan fitur reptil. Mereka ingin agar evolusionis menghasilkan sebuah monster aneh yang seperti chimera yang tidak dapat digolongkan pada kelompok manapun yang dikenal. Bahkan bila seorang kreasionis benar menerima sebuah fosil sebagai transisi antara dua spesies, ia akan memaksa mencari fosil intermediet antara ketiga fosil. Permintaan yang membuat frustasi ini dapat berlanjut terus hingga tak berujung dan memberi sebuah beban tak masuk akal mengenai tidak lengkapnya rekaman fosil.

Lebih lanjut, evolusionis dapat mengutip lebih jauh bukti pendukung dari biologi molekuler. Semua organisme berbagi sebagian besar gen yang sama, namun seperti yang diramalkan evolusi, struktur gen2 ini dan produknya berbeda pada spesies, dalam mempertahankan hubungan evolusionernya. Ahli genetika berbicara mengenai "jam molekuler" yang merekam berlalunya waktu. Data molekuler juga menunjukkan bagaimana beragam organisme bertransisi dalam evolusi.

10. Mahluk hidup memiliki fitur rumit secara fantastik —

Klaim :
Mahluk hidup memiliki fitur rumit secara fantastik — pada level anatomi, seluler maupun molekuler— mereka tidak dapat berfungsi bila kurang rumit atau kurang memadai. satu2nya kesimpulan logis adalah bahwa mereka adalah hasil dari ciptaan, bukan evolusi.

"argumen dari perancang" ini adalah tulang punggung serangan terbaru pada evolusi, namun juga yang paling tua. tahun 1802 teolog William Paley menulis bahwa bila seseorang menemukan sebuah jam kantung di sebuah lapangan, kesimpulan paling masuk akal adalah bahwa seseorang menjatuhkannya, bukan bahwa hukum alam menciptakannya disana. Sebagai analogi, Paley bernalar, struktur rumit mahluk hidup haruslah hasil kerja dari penemuan langsung yang ilahiah. Darwin menulis pada Origin of Species sebagai sebuah jawaban pada Paley: ia menjelaskan bagaiamana hukum alam mendorong seleksi, bekerja pada fitur2 yang diwariskan, dapat secara bertahap membentuk evolusi struktur organik rumit.

Generasi2 kreasionis telah mencoba membalas Darwin dengan mengutip contoh struktur mata sebagai struktur yang tidak mungkin berevolusi. Kemampuan mata untuk memberikan pandangan tergantung pada penyusunan sempurna bagian2nya, beginilah kritik mengatakan. Seleksi alam maka tidak pernah dapat bentuk transisi yang dibutuhkan pada evolusi mata — apa bagusnya separuh mata? Mengantisipasi kritik ini, Darwin menyarankan bahwa bahkan mata "yang tidak lengkap" dapat memberi keuntungan (seperti membantu mahluk menuju ke arah cahaya) dan berarti bertahan hidup untuk perbaikan evolusioner lebih lanjut. Biologi telah mengkonfirmasi Darwin: peneliti telah menemukan mata2 primitif dan organ2 peraba cahaya pada kerajaan hewan dan bahkan telah melacak sejarah evolusioner mata lewat genetika komparatif. (Kini tampaklah bahwa dalam beragam keluarga organisme, mata berevolusi secara terpisah.)

Saat ini rancangan cerdas menyarankan sesuatu argumen yang lebih memuaskan dari pendahulu2nya, namun argumen dan tujuan mereka tidak berbeda secara mendasar. Mereka mengkritik evolusi dengan mencoba menunjukkan bahwa itu tidak dapat terjadi untuk kehidupan seperti yang kita tahu dan bahwa alternatif satu2nya yang masuk akal adalah bahwa kehidupan dirancang oleh sebuah kecerdasan yang tidak dikenal.

11. Penemuan baru membuktikan bahwa bahkan pada tingkat mikroskopis, kehidupan memiliki kualitas kerumitan yang tidak dapat muncul dari evolusi.

Penemuan baru membuktikan bahwa bahkan pada tingkat mikroskopis, kehidupan memiliki kualitas kerumitan yang tidak dapat muncul dari evolusi.

"Kerumitan yang tidak dapat dikurangi" adalah teriakan perang dari Michael J. Behe dari Lehigh University, pengarang Darwin's Black Box: The Biochemical Challenge to Evolution. Sebagai contoh sehari2 dari kerumitan yang tidak dapat dikurangi, Behe memilih perangkap tikus — sebuah mesin yang tidak dapat berfungsi bila salah satu bagiannya hilang dan bagian tersebut tidak memiliki nilai lagi setewlah itu. Apa yang benar bagi perangkap tikus, katanya, juga benar untuk flagellum bakteri, sebuah organel seluler mirip cambuk yang dipakai untuk mendorong yang beroperasi mirip mesin motor. Protein yang membangun sebuah flagellum jelas disusun menjadi komponen motor, sebuah sambungan universal dan struktur lain mirip seperti yang dibuat oleh insinyur manusia. Kemungkinan bahwa susunan luar biasa ini muncul karena modifikasi evolusioner adalah jelas nol, Behe menyimpulkan, dan itu menunjukkan rancangan cerdas. Ia membuat point serupa mengenai mekanisme pembekuan darah dan sistem molekuler lainnya.

Tapi biolog evolusioner memiliki jawaban atas keberatan ini. Pertama, terdapat flagellae dengan bentuk lebih sederhana dari pada yang dikutip Behe, maka tidak perlu bagi seluruh komponen untuk ada bagi flagellum agar bekerja. Komponen yang memuaskan dari flagellum ini semua memiliki preseden di alam, seperti dijelaskan oleh Kenneth R. Miller dariBrown University dan lainnya. Kenyataannya, seluruh susunan flagellum adalah serupa sekali dengan sebuah organel dari Yersinia pestis, bakteri wabah bubonic, untuk menyuntikkan racun kedalam sel.

Kunci bahwa struktur komponen flagellum, yang disarankan Behe tidak memiliki nilai selain peran mereka dalam mendorong, dapat memberi fungsi beragam yang akan membantu evolusi mereka. Evolusi final dari flagellum kemudian dapat melibatkan hanya rekombinasi baru dari bagian2 memuaskan yang pada awalnya berevolusi untuk tujuan lain. Serupa pula, sistem pembekuan darah tampak melibatkan modifikasi dan elaborasi protein yang awalnya dipakai untuk pencernaan, menurut studi oleh Russell F. Doolittle dari University of California at San Diego. Maka sebagian dari kerumitan yang Behe sebut bukti desain cerdas tidaklah tidak dapat dikurangi sama sekali.

Kerumitan jenis lain "kerumitan spesifik" adalah titik tolak dari argumen rancangan cerdas oleh William A. Dembski dari Baylor University dalam bukunya The Design Inference and No Free Lunch. Pada dasarnya argumennya adalah bahwa mahluk hidup adalah rumit dalam hal bahwa mereka rumit sedemikian hingga proses acak yang tidak terarah tidak akan mampu menghasilkannya. Kesimpulan logis satu2nya, jelas Dembski, dalam sebuah gema dari Paley 200 tahun lalu, adalah bahwa semacam keceerdasan superhuman menciptakan dan membentuk kehidupan.

Argumen Dembski memuat beberapa lubang. Adalah salah menggolongkan bidang penjelasan terdiri hanya dari dua hal, proses acak dan kecerdasan yang dirancang. Peneliti sistem nonlinier dan automata seluler di Institut Santa Fe dan lainnya telah menunjukkan bahwa proses sederhana tidak langsung dapat memberikan pola luar biasa rumit. sebagian kerumitan yang kita lihat dalam organisme kemudian dapat muncul lewat fenomena alam yang kita belum lagi pahami. Namun itu jauh berbeda dari mengatakan bahwa kerumitan tidak dapat muncul secara alami.

12. Apakah Darwinisme menginspirasi kekejaman di dunia?

Klaim:

Atheishitler,stalin,lenin,komunis,fasis,rasis,kolonialis,penjajahsmua mereka membantai memusnahkan dengan ideologi yang sama yaitu ideologi darwin yang tidak ilmiah

a. Atheist kejam berdasarkan ideologi Darwin?

Buktinya?

b. Hitler kejam berdasarkan ideologi Darwin?

Hitler mendasari gagasannya bukan pada darwinisme tetapi pada filosofi "hak ilahiah":
Maka, itu [filosofi kebangsaan] tidak percaya pada kesamaan ras, namun dengan perbedaan yang ada menunjukkan nilai yang lebih tinggi atau rendah dan merasakannya dirinya sendiri memiliki kewajiban, lewat pengetahuan ini, untuk mempromosikan kemenangan mereka yang lebih kuat dan lebih baik, dan meminta subordinasi mereka yang lebih lemah dan inferior berkaitan dengan kehendak abadi yang mendominasi alam semesta. (Hitler 1943, 383)

Edisi pertama Mein Kampf menunjukkan bahwa Hitler pernah mempercayai bahwa bumi itu muda usianya: "planet ini, seperti ribuan tahun lalu, bergerak melalui eter ketiadaan manusia"(p. 65; edisi kedua mengganti "ribuan" dengan "jutaan", dan bab 11 mengatakan "ratusan ribu tahun" kehidupan dalam konteks berbeda.) Kutipan lain lebih lanjut mendukung landasan kreasionisnya: Merendahkan keberadaan peradaban manusia dengan penghancuran nenek moyangnya tampak di mata filosofi kebangsaan sebagai kejahatan paling kejam. Siapa saja yang berani menghamba pada imaji tertinggi Tuhan melakukan pelanggaran melawan Pencipta Maha Pengasih dari mukjizat ini dan berkontribusi pada penolakan dari surga.(Hitler 1943, 383) dan
Apa yang kita perjuangkan adalah untuk mengawal keberadaan dan reproduksi ras dan bangsa kita, … maka bangsa kita dapat dewasa untuk pemenuhan misi yang diberikan oleh pencipta alam semesta.(Hitler 1943, 214)

Kutipan mengenai Hitler menyatakan Kristen sebagai basis untuk tindakannya ada banyak. Sebagai contoh:

Maka saat ini saya yakin bahwa saya bertindak karena keinginan Sang Maha pencipta yang Maha Agung: dengan mempertahankan diri saya sendiri terhadap yahudi, saya berjuang untuk karya Tuhan(Hitler 1943, 65).

"Tugas menjaga dan memajukan kemanusiaan tertinggi, memberi bumi ini kebaikan Sang Maha Kuasa, tampak sebagai sebuah misi yang sangat mulia
(Hitler 1943, 398).

Sebuah kampanye melawan "gerakan tanpa tuhan" dan sebuah usaha memperoleh dukungan Katolik dilakukan hari Rabu oleh prajurit kanselir Adolf Hitler(Associated Press 1933).

Tentu saja, ini tidak berarti bahwa gagasan Hitler berdasarkan pada kreasionisme begitu pula pada evolusi. Gagasan Hitler adalah gabungan yang tidak wajar dari agama dan biologi.

c. Stalin kejam berdasarkan ideologi Darwin?

Stalin menolak evolusi neo-Darwinian karena tidak menyukai Lamarckisme.

"Tabel periodik unsur2" jelas menunjukkan betapa pentingnya dalam sejarah alam kemunculan perubahan kualitatif daripada kuantitatif. Hal yang sama ditunjukkan oleh teori neo-Lamarckisme, dimana neo-Darwinism kalah. (Stalin 1906, 304)

Lebih spesifiknya, Stalin menolak gagasan August Weismann, seorang biolog Jerman abad ke-19, karena menyukai Trofim Lysenko, seorang pseudosaintis yang mendasarkan gagasan2nya pada Lamarckisme. Weismann, yang menerima teori evolusi Darwin, membuktikan Lamarckisme salah dan mengajukan bahwa sel2 kuman mengirimkan informasi keturunan; karyanya adalah sebuah varian awal dari sintesis evolusioner modern yang menyatukan teori evolusi awal dengan genetika. Stalin mengangkat Lysenko sebagai kepala Akademi Sains pertanian Uni Sovyet, dimana ia memperoleh kekuasaan politik yang besar. (Rossiannov 1993)

Stalin dan Lysenko menolak evolusi dan genetika untuk alasan ideologis, bukan biologis. (Stalin tidak terlalu peduli pada sains secara umum.) Pertentangan kelas dari Marxisme berktentangan dengan kompetisi individu yang ditunjukkan oleh seleksi alam. Lebih pentingnya, genetika, menyatakan bahwa sifat2 telah tetap saat lahir, bertentangan dengan ide sifat yang diperbaiki dan dibentuk. Stalin menyatakan genetika sebagai pseudosains kapitalis.

Stalin dulunya, adalah diktator Marxist terdepan dan pertama, jauh di atas segala kesetiaannya pada teori manapun mengenai asal spesies, apakah itu Lamarckian atau Darwinian. Stalin tidak mempercayai ilmuan karena dianggap berpikiran bebas. Walau hukumannya pada para biolog dan biologi luar biasa negatif (menyebabkan kerusakan parah pada pertanian Soviet), ia memenjarakan dan membunuh ribuan ilmuan dan insinyur dari semua bidang.

Tidak ada bukti bahwa karya Darwin dipakai sebagai pembenaran atas pembunuhan dan pemaksaan. Stalin tidak diragukan lagi menerima teori gravitasi Newton, namun kreasionis tidak mengkalim bahwa teori Newton harus ditolak karena Stalin meyakininya.

d. Lenin kejam berdasarkan ideologi Darwin?

Lenin kejam karena Darwinisme sosial. Tidak ada hubungannya dengan darwinisme ilmiah kecuali nama yang sama.

Darwinisme sosial sendiri bukan dari Darwin melainkan Herbert Spencer
dan tradisi nonkonformisme Protestan yang bisa ditelusuri hingga Hobbes lewat Malthus. Gagasan evolusi Spencer adalah Lamarckian.

e. Komunis kejam berdasarkan ideologi Darwin?

Tidak ada hubungannya. Bahkan bila ditelusuri hingga Darwin dan Marx.

f. Fasis kejam berdasarkan ideologi Darwin?

Fasisme kejam karena Darwinisme sosial. Tidak ada hubungannya dengan darwinisme ilmiah kecuali nama yang sama.

Darwinisme sosial sendiri bukan dari Darwin melainkan Herbert Spencer
dan tradisi nonkonformisme Protestan yang bisa ditelusuri hingga Hobbes lewat Malthus. Gagasan evolusi Spencer adalah Lamarckian.

g. Rasis kejam berdasarkan ideologi Darwin?

Mana duluan Darwin atau rasisme? Saya rasa perbudakan Negro oleh kulit putih duluan.
h. Kolonialis kejam berdasarkan ideologi Darwin?

Mana duluan Darwin atau kolonialisme? Saya rasa agama duluan. Penjajahan islam atas Afrika utara, Semenanjung Iberia dan Balkan berbasis pada upaya penyebaran agama islam sebagai "rahmat bagi alam semesta"

i. Penjajah kejam berdasarkan ideologi Darwin?

Mana duluan Darwin atau penjajahan? Saya rasa agama duluan. Penjajahan Eropa atas Asia, Afrika dan Amerika berbasis pada 3G. Glory, Gold dan Gospel (Penyebaran Agama). Saya rasa anda sudah belajar di SMP.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License