Kristen

"maka saat ini saya percaya kalau saya bertindak sesuai dengan kehendak Sang Pencipta yang Maha Kuasa: dengan mempertahankan diri saya dari kaum Yahudi, saya bertarung untuk tuhan.” (Hitler, Mein Kampf)

Kristen adalah agama yang pertama kali dibawa oleh para pengarang perjanjian baru dengan berpusat kepada yesus sebagai tokoh dalam kitab tersebut. Perjanjian baru adalah versi revisi dari perjanjian lama. Keduanya disebut injil. Versi lebih baru dari perjanjian baru , yang ditolak kristen, adalah perjanjian final atau al qur’an yang diakui islam. Selain perjanjian lama dan baru, kristen juga berpegang pada gospel, seperti hadist dalam islam.
Pada dasarnya umat kristen tidak terlibat dalam banyak ritual kecuali dalam bentuk sosial seperti misa di gereja setiap hari minggu dan kebaktian di rumah-rumah anggota gereja sesuai dengan jadwal.
Tuhan yang disembah kristen adalah Elohim atau Jehovah. Dalam perkembangannya tuhan maha esa ini memiliki tiga bentuk atau trinitas, yaitu Tuhan Bapa, Yesus Kristus dan Roh kudus.

Gambaran rasional sejarah kristen
Yesus mungkin lahir di Bethlehem dalam keluarga yang religius (Luke 3:41-50). Adiknya, James, menjadi figur utama dalam gereja kristen-yahudi dan sepupunya John mencjadi John sang pembaptis. Ada masa-masa yang hilang dalam hidup yesus dalam gospel dari usia 12 hingga 30. ada beberapa pendapat kalau masa ini dihabiskan yesus untuk belajar agama dengan Joseph dari Arimathea, di dekat kota Glasgow, Inggris, dimana dikatakan kalau Joseph disana menambang timah. Saat Yesus kembali, ia memiliki banyak sekali ilmu. Ia menemui banyak ragam manusia. Ia tidak terbiasa dengan hukum yahudi (Mark 2:16-23). Yesus tidak pernah meninggalkan pentingnya perjamuan dengan sahabat-sahabatnya.
John sang pembaptis adalah promotor pertama yesus. Orang pernah menganggap kalau John lah sesungguhnya sang kristus. Namun mengenali kejeniusan Yesus, ia mengenalkannya pada sepupunya. Yesus diilhami oleh kegiatan sepupunya john sang pembaptis, dan memulai membaptis orang di sungai Yordan (John 3:22). Disini Yesus mulai terbiasa melihat kebutuhan masyarakat dan mulai memformulasi ajarannya. Ia belajar melipatgandakan usahanya dengan mengajarkan para sahabat untuk membaptis. Ini membuat Yesus bebas membawa gagasannya di jalan (John 4:1-3). John diangkat tidak hanya dalam perayaan baptisme yang menjadi standar dalam yahudi dan kristen, namun juga gagasan kalau Yesus adalah sang Messiah.
Yesus mulai dengan dua belas sahabat dan memulai program persiapan dan instruksi (Matt 10). Ia mengajar orang-orang ini dasar-dasar penyembuhan dan pengusiran setan. Paa satu saat, ia punya 70 sahabat berjalan ke luar kota berpasangan menyiapkan masyarakat untuk kedatangannya mengunjungi kota demi kota (Luke 8 to 12) hingga ia menarik keramaian hingga ribuan orang. Ministri Yesus yang dimaksud “roti kehidupan” (John 6:27-30) dan “ikan” mungkin adlah para sahabatnya. Para pendukungnya termasuk istri pegawai keuangan Herod. Yesus tau kalau pendengarnya adalah yahudi, karena ia adlah lahan subur untuk filosofinya (Mat 10:5,6), maka ia tetap berdakwah di daerah yahudi.
Saat anak muda tertarik mengikuti Yesus, muncul pemberontakan melawan keyakinan orang tua mereka (Mat 10:34-38). Keluarga yang marah dan terkoyak siap mencari kesempatan untuk menghancurkannya. Di masa Yesus adalah sangat terlarang untuk membahas mengenai tindakan melawan pemerintah Romawi. Farisi akan mencoba menjebak Yesus untuk membuat pernyataan yang melawan kekuatanRomawi didepan umum. Banyak yang membenci Yesus dan berencana membunuhnya (Mat 12:14,26:4,Lk 13:31,19:47). John sang pembaptis berbicara melawan perilaku penguasa Romawi bahkan pada poin kecil dan dimasukkan ke penjara. Yesus putus asa saat john ditangkap. Yesus sangat hati-hati untuk tidak berbicara melawan kekuatan Romawi. Walaubegitu, reputasinya yang terus bertambah sebagai sang Messiah, atau anak Tuhan, berakibat pada penghinaan dan Yesus sadar ini akan membuat marah oposisi yahudinya. Yesus meminta sahabatnya untuk memberi tahu orang kalau ia adalah Messiah (Matt 16:20). Namun, sebagai hasilnya Yesus dituntut mengklaim sebagai Raja Yahudi, sang Messiah, dan ditangkap pemerintah Romawi. Orang romawi tidak mengenal ajarannya. Yesus terlalu sering berbicara menentang Farisi, dan musuhnya adalah orang-orang yang berpengaruh. Sebagai hasil usaha mereka, penyaliban terjadi, sebagai mana dijelaskan, karena ketidak mampuan Yesus menghadapi situasi (Mat 27:46).
Filsafat Yesus

farisi menyajikan beban intrik besar dan, dalam beberapa hal, hukum kontradiktif yahudi yang membutuhkan banyak diskusi dan ritual. Mendapat uang lewat praktek agama menjadi aspek penting dari sinagog. Yahudi telah menjadi agama elit israel. Yesus punya pesan sederhana untuk menggantikan kerumitan ini. Pertama perintah cinta (Mat 22:35-40). 1) Cintai tuhan, dan 2) cintai orang lain sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri. Perintah cinta juga ditemukan dalam Pentateuch: "Cintai tetanggamu sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri" (Lev. 19:18) dan “Cintai Tuhan” (Deut. 6:5). Yesus membuatnya syarat utama dalam ajarannya. Kedua adalah aturan emas: “Jangan lakukan apa yang anda tidak ingin orang lain lakukan padamu” (Matthew 7:12). Ada perintah cinta ketiga ditemukan dalam John 13:34, “Cintai sesama sebagaimana aku mencintai kalian”.
Yesus marah dengan kemunafikan yang memenuhi kompleks hukum dan perilaku ritualistik dimasanya. Ia mengkritik Faris tanpa lelah. Yesus menyebut mereka “ular” (Matt 23:33) begitu juga John sang pembaptis menyebut mereka(Luke 3:7). Yang lebih kuat mengikuti, seperti dalam John:37-44, dimana Yesus menuduh mereka milik seorang ayah yang pembohong, pembunuh dan jahat.
Di Matthew 5-7, Yesus bahkan mengevaluasi hukum Musa, landasan terbawah dari Yahudi. Dosa membunuh menjadi pikiran membunuh; pemerkosaan menjadi pikiran memperkosa; perceraian yang dikecualikan menjadi terlarang sepenuhnya; dan mata dibalas mata menjadi “jangan melakukan kekerasan”, dan, ia meminta untuk mencintai musuh dan mendoakan mereka yang menzalimi; Ia menyuruh masyarakat untuk berdamai ketimbang menghakimi; Agama adalah masalah pribadi, dan, untuk sebagian tempat “jangan kuatir, bergembiralah”, Tuhan akan membantu.
Bersama dengan rujukan kepada tuhan, bapa, dan mengajak kerendahan hati, ada tambahan buat orang yang memberikan sumbangan besar pada masyarakat. Filsafatnya yang sederhana membantu setiap orang kala itu menetukan posisinya. Ia mengajarkan kalau kerajaan Tuhan lebih besar dari diri sendiri dan ada diantara kita (Luk 17:21). Ia mengajarkan kalau kita harus mengabdikan diri kita pada cinta kepada Bapa dan masyarakat. Yesus juga menjanjikan hidup sesudah mati (Matt. 10:20), dan mengajarkan kalau jiwa dapat selamat dari kehancuran raga (John 5:28,29).
Metafisika

yesus adalah messiah. Di awalnya, saat dipanggil oleh John sang pembaptis, yesus bertanya, “apa yang engkau inginkan?”. Ia ditanya apakah engkau messiah. Yesus menjawab ya. (Mat 27:11), ia juga menyuruh sahabatnya jangan menyebutnya messiah (Matt 16:20).Yesus juga menerima gagasan kalau ia pangeran perdamaian (Mat 10:34). Yesus menolak gagasan kalau messiah akan menjadi garis keturunan raja daud (Matt 22:42-45). Tuhan dikatakan menamakan Yesus sebagai anakNya (Mat 3:17), dan Yesus merujuk Tuhan sebagai “Bapa”, namun di mata Yesus, Tuhan adalah Bapa dari semua orang (Mat 23:9,10). Yesus juga menyebut dirinya sendiri sebagai anak manusia. Ini adalah istilah yang dipakai tuhan untuk merujuk ke Ezekiel. Mungkin yesus adalah Ezekiel itu sendiri.
Untuk melihat hidup Yesus tanpa mukjizat, kita dapat melihat urutan logis sejarahnya, bila yesus benar ada. Penyembuhan, misalnya, dimasa itu adalah sangat umum. Psikologi fenomena ini telah ditunjukkan oleh para penyembuh religius masa kini. Semua partisipan mendapat manfaat dalam kegiatan ini. Pengusiran setan juga dilakukan banyak orang di masa itu (Acts 19:13-16) termasuk 70 sahabat. Kebangkitan juga merupakan mitos dalam agama lain. Injil sendiri menyebutkan bnyak kebangkitan (Mat 27:52,53). Berjalan di air dan mengendalikan cuaca keduanya berasal dari perjanjian lama. Bila yesus dapat berjalan di air, kenapa ia harus memakai perahu saat berdakwah dari air (Lk5:1-3)?
Perilaku kristen yang umum saat mengajak orang non kristen memeluk agamanya
1. Berdoa pada tuhan. Orang kristen mengakui adanya ruh kudus yang mengamati (John 6:44, 16:13). Seorang kristen tidak dapat dipengaruhi oleh dirinya sendiri. Bila temannya merasa nyaman, mereka berdoa lantang –sehingga teman mendengar—sehingga tuhan akan memberkati dan menariknya lebih dekat.
2. Bercerita tentang bagaimana kristen telah mempengaruhi hidupnya secara positif (Matthew 5:15-16). Sementara mengutip injil dalam setiap kesempatan, mengatakan “Saya bersyukur atas ….. (apa yang ia rasakan)”. Kadang juga bercerita tentang orang-orang yang ia temui di gereja; sambil mendaftarkan segala perbuatan baik yang mereka lakukan, juga menunjukkan kalau mereka sangat beriman.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License