Kant

Kant adalah bapak idealisme jerman yang hidup pada (1724-1804). Beliau tidak dipandang secara umum sebagai ateis. Walau demikian, kritiknya yang kuat pada moralitas agama dan penolakannya pada bukti metafisik tradisional keberadaan tuhan menempatkannya secara umum sebagai anti agama, sementara yang lain melihatnya membuka sedikit ruang bagi agama diluar metafisika tradisional dengan mendasarkan keyakinan adanya tuhan pada apa yang disebut Kant “keimanan moral”.

Immanuel Kant adalah orang yang pertama kali memppulerkan istilah beban pembuktian. Beliau membedakan antara konsep dan eksistensi. Menurut beliau, konsep tidak memerlukan pembuktian. Sementara eksistensi memerlukan pembuktian. Siapapun yang mengatakan sesuatu itu ada sebagai eksistensi, dalam bentuk deskripsi sifat-sifat, harus mendukung klaimnya dengan bukti. Bila tidak, klaimnya dianggap kosong.
Kant juga mengatakan kalau kita tidak dapat mengetahui segalanya yang ada dengan cara apapun. Batasan ini disebabkan oleh panca indera kita yang terbatas. Sebagai contoh adalah tape recorder. Ia hanya dapat menangkap satu bentuk kenyataan yaitu suara. Ia tidak dapat mendengar, melihat atau menyentuh. Bagi sebuah tape recorder, semua sensasi itu di luar pemahamannya.

Walau demikian sains adalah lebih baik dari keimanan dalam memahami alam semesta di luar panca indera tersebut. Karena
1. Dimana kita meraih sedikit dalam dunia di luar panca indera itu lewat instrumen yang lebih teliti, ia akan di sahkan dengan nalar dan bukti
2. Tidak berkontradiksi
3. Memecahkan masalah yang sebelumnya membuat bingung
4. Konsisten

Keimanan gagal pada keempat hal ini dan terbukti lebih buruk dari nalar dan bukti. Jadi kalaupun ada sesuatu yang lebih baik dari nalar dan bukti untuk mengetahui “dunia diluar indera” ini, ia bukan keimanan.

Abad ke 18 telah gagal memecahkan masalah bagaimana panas, cahaya, magnet dan listrik sesuai dengan hukum gerak dan tarik menarik isaac newton yang dinyatakan dalam
Principia (1687). Namun Immanuel Kant, dalam Critique of Pure Reason (1781) dan lebih lanjut dalam Metaphisical Foundations of Natural Science (1786), memberikan inspirasi mendalam. Ia membahas sains dan juga tuhan. Apakah ada dualitas, ruh dan materi? Newton telah membahas hanya pada materi – dan dengan kemajuan sains, ini membawa pada dunia materialistik dan ateisme. Kant ingin menjembatani teluk antara ruh dan materi dan menyelaraskan hukum fisika dan moral. Sebagaimana ia amelihat, ruang dan waktu adalah murni institusi mental yang membuat kita memahami kenyataan luar yang mungkin. Substansi yang ada di dalam diri, Ding an sich, tersembunyi dari nalar manusia – kenyataan dipersepsi, bukan membawa pada keberadaan independen. Kita mempersepsi kenyataan hanya lewat gaya, tarik menarik, yang bekerja di ruang. Maka Kant menyingkirkan dualisme roh dan materi, menggantinya dengan gaya-gaya. Alam semesta terdiri dari, bukan materi namun gaya-gaya. Listrik, magnet atau efek lain yang teramati diatur oleh hukum tarik menarik dalam satu teori gaya gabungan, semuanya dapat saling menggantikan.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License