Juwairiya

Semenjak islam muncul di tanah arabia, jumlah teror dan peperangan semakin meningkat. Muhammad yang selama 13 tahun hanya memiliki pengikut sekitar 70-80 orang, kemudian meraih banyak sekali pengikut kaum Anshar dari kedatangannya ke Medinah. 5 Tahun setelah itu, beliau bersama pasukannya melakukan serangkaian perang terhadap Mekkah, dan bani Qunaikah, Bani Nadr dan Bani Mustaliq. Dari Bani Mustaliq inilah Muhammad mendapatkan Juwairiyah. Penyerangan terhadap Bani Mustaliq begitu tiba2 dan terjadi saat sebagian besar masyarakat sedang bekerja. Tentu saja,akibatnya mereka tak berdaya. Pembunuhandan penangkapan terjadi,dan salah satu yang termasuk dalam tawanan adalah juwairiyah.
Sekarang mari kita posisikan diri kita sebagai Juwairiyah. Suaminya Musafi' ibn Safwan, dibunuh oleh pasukan Muhammad. Padahal sang suami adalah juga sepupu dan teman bermain dari kecil yang sangat dicintainya. Kemudian ia diperistri oleh Muhammad. Bagaimana perasaan beliau?
Tak heran bila ada hadist yang mengatakan bahwa setiap muhammad datang menemui juwairiya, beliau menemukan sang istri sedang beribadah. Ini adalah mekanisme bertahan dari seorang manusia. Baginya, lebih baik beribadah selamanya daripada harus melayani sang suami.

Dalam buku Wanita-wanita Sahabiah Peraih Ridha Ilahi, 40 dikatakan bahwa:
"Setelah beliau menikahi Juwairiyah, maka Bani Musthaliq, tidak lagi melancarkan permusuhannya. Bahkan Juwairiyah merupakan wanita yang paling banyak mendatangkan barakah bagi kaumnya. Setelah dia dinikahi Rasulullah SAW, para sahabat membebaskan seratus keluarga dari kaumnya."
Yang tidak dipaparkan disini adalah bagaimana Juwairiyah didapatkan. Seratus keluarga ini memang dibebaskan dengan pengorbanan perasaan Juwairiyah sendiri. Apakah seorang wanita mesti mengorbankan hatinya karena nafsu seorang Nabi?

Proses perolehan juwairiya adalah sebagai berikut:
Muhammad memerintahkan Bareeda bin Haseb untuk mengintai bani al mustaliq. Hasil pengintaian ini dilaporkan kepada muhammad yang berkemah di al Muraisa. Pada kesempatan bani al mustaliq lengah, maka kaum muslimin melakukan serangan dan menghujani mereka dengan panah. Walau begitu, ini adalah versi dari DR Ali Sina. Versi Kaum muslimin tentunya berbeda. Mereka mengatakan bahwa bani al mustaliq telah bersiap untuk memerangi nabi. Mengenai mana yang benar dari dua pendapat ini saya serahkan kepada pembaca.

Baik menyerang ataupun diserang, sejarah menunjukkan bahwa Muhammad memenangkan peperangan ini. Hasilnya Umat Islam meraih 600 tawanan, 2000 unta dan 5000 kambing sebagai harta rampasan perang dari bani al mustaliq.

Nama asli Juwairiyah adalah Barra,beliau adalah anak perempuan Harits bin Abi Dhirar al-Khaza'iyyah, pemimpin bani Mustaliq. Muhammad kemudian mengganti namanya sebagai Juwairiyah. Barrah telah ditawan oleh Tsabit bin Qais bin al-Syammas al-Ansariy. Tsabit mau membebaskan barrah dengan 9 tail emas. Karena seluruh hartanya telah dirampas, tentu saja Barrah tidak tahu harus mengapa. Akhirnya beliau mengadu kepada nabi. Muhammad bersedia membayar mukatabah tersebut dan seterusnya menikahinya.
Ada versi lain dari cerita bagaimana Juwairiyah bertemu Nabi. Versi ini mengatakan

"Pertama bertemu dengan Nabi saat menjelaskan kecemasannya sebagai seorang sandera. Ayahnya kemudian ingin menebusnya dengan beberapa unta. Pada saat menghadap Nabi, ayah Juwairiyah bertanya kepada nabi mengenai dua unta yang dia sembunyikan sebelumnya beserta keterangan mengenai tempatnya (semacam teka-teki). Nabi bisa menjawabnya dengan sangat rinci, sehingga menyebabkan ayah Juwairiyah takjub dan langsung menyatakan keislamannya, diikuti dua saudaranya. Nabi melepaskan Juwairiyah dan diberi 2 unta oleh ayahnya. Juwairiyah kemudian masuk Islam, dan Nabi melamarnya. Sejak itu tersebar berita bahwa Banu Mustaliq telah bersaudara melalui pernikahan dengan Nabi SAW;"
Versi kedua ini memiliki keanehan,karena menunjukkan bahwa nabi mampu meramalkan masa depan. Padahal Qur'an sendiri menyangkalnya. Selain itu, sang ayah diceritakan telah tewas dalam perang tersebut. Mungkin ini sebuah usaha untuk menyembunyikan asal usul Juwairiyah yang menggenaskan.
Nabi yang menebus Juwairiyah dari Tsabits segera menikahinya sebagai istri yang kedelapan.
Pertanyaan yang patut kita lontarkan, apakah ini yang menunjukkan bahwa Nabi adalah rahmat bagi seluruh alam, seperti yang dinyatakan dalam 68:4 dan 33:21?

Juwairiyah pada saat menikah dengan Muhammad baru berusia 20 tahun. Sementara Muhammad telah berusia 58 tahun.

Beliau Meninggal dalam usia 65 tahun di Madinah, pada masa Muawiyah. Dishalatkan oleh Marwan bin Hakam, Imam Amir Madinah.
Salah satu alasan kaum muslimin kenapa Muhammad sampai menikahi juwairiyah adalah " Pada jaman itu seorang tawanan perang tidak memiliki harga di hadapan tentara yang menawannya. Maka Rasulullah memberikan pelajaran kepada tentara Islam untuk menghargai mereka yang menjadi tawanan perangnya. Terutama para wanita. Rasulullah meminangnya menjadi istri yang dihormati oleh kaum muslimin".
Pertanyaannya sekarang,apakah perlu? Bukankah Muhammad bisa saja memerintahkan agar Juwairiyah dibebaskan begitu saja bersama dengan para tawanan lainnya? Toh dia adalah pemimpin tertinggi yang selalu dipatuhi saat itu.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License