Hukum Kedua Termodinamika

Hukum ini mengatakan kalau energi panas, adalah tipe energi khusus. Semua bentuk energi dapat dirubah menjadi panas, namun tidak dapat balik. Tidak mungkin memulihkan kembali energi lain yang telah diubah menjadi panas kembali mnjadi energi semula sepenuhnya. Ini pada dasarnya berarti dalam setiap reaksi, ada sebagian energi yang hilang sebagai panas tanpa dapat dirubah menjadi bentuk yang “lebih bermanfaat”. Panas yang tidak dapat dipakai ini dicirikan oleh gerakan acak molekul. Hukum kedua mengatakan kalau jumlah gerakan acak (entropi) hanya dapat bertambah dalam sebuah sistem tertutup. Dengan alam semesta sebagai suatu sistem tertutup, hukum ini mengatakan kalau entropi akan selalu bertambah dalam alam semesta. Ini berarti pula kalau gerakan acak hanya akan bertambah seiring waktu. Setelah miliaran tahun skenario yang mungkin adalah persebaran panas (gerakan acak) merata di seluruh alam semesta.
Kreasionis mengklaim kalau evolusi melanggar hukum kedua termodinamika dan dengan demikian tidak mungkin terjadi. Karena sedikit sekali orang yang mengerti tentang termodinamila, para kreasionis tidak merasa kesulitan dalam mengeksploitasi miskonsepsi mereka mengenai hukum kedua ini pada publik. Untuk itu kami menyediakan artikel mengenai evolusi dan hukum kedua termodinamika.

Referensi:
1. Gerald Schroder, "Genesis and the Big Bang, Chapter 4. Bantam Books, 1990.
2. Bronowski, Jacob, “New Concepts in the Evolution of Complexity,” Zygon, Vol 5, pages 18-35, 1970.
3. Freske, S., “Creationist Misunderstanding, Misrepresentation, and Misuse of the Second Law of Thermodynamics,” Creation/Evolution, page 8, Issue IV (Spring), 1981.
4. Morris, Henry M., The Twilight of Evolution, Baker Book House, Grand Rapids, MI 1982.
5. Johnson, George, “Researchers on Complexity Ponder What It's All About,” page B9, New York Times, Tuesday, May 6th 1997

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License