Hujan

Dahulu orang Melanesia percaya kalau hujan merupakan tindakan Tuhan bernama Abeguwo yang kencing dari langit. Orang Maya percaya kalau hujan merupakan air mata dari Tuhan bernama Chac.
Chac.jpg
Hujan adalah air yang jatuh dari awan. Hujan membersihkan udara saat ia jatuh.
Hujan bermula sebagai air dari bumi. Air bergerak dari bumi ke udara dalam bentuk uap air, saat ia dipanaskan oleh sinar matahari. Lalu sesampainya di atas, uap air mengembun karena suhu menurun. Pengembunan ini merubah uap air menjadi titik-titik air yang kemudian mencapai berat yang cukup sehingga akhirnya jatuh kembali ke bumi. Proses ini disebut siklus air. Lihat gambar disamping, dan perhatikan setiap langkah siklus air,

siklus+air.JPG

Sekarang, lewat sains, kita tahu kalau hujan bukanlah air seni dari Abeguwo atau air mata Chac.

Tumbuhnya tanaman karena fotosintesis

Dahulu orang Arab percaya kalau hujanlah yang membuat tanaman dapat tumbuh di bumi. Dalam Quran disebutkan tentang awan dan hujan: 2:19, 2:20, 2:164, 7:57, 13:12, 24:43, 43:11, 51:2, 78:14
Kenyataannya, tanaman dapat tumbuh berkembang bukan karena hujan, tetapi klorofil yang tersimpan dalam selnya. Dalam perseratus detik, air dan karbondioksida dibentuk menjadi gula lewat pengolahan sinar matahari oleh klorofil. Gula ini kemudian dijadikan bahan dasar pembentuk sel lain sehingga sel tanaman bertambah banyak, dan akibatnya tanaman tumbuh semakin besar.

Dengan pengetahuan tentang hujan kita dapat:
Membuat hujan buatan untuk menyirami daerah yang kekeringan
Mencegah turunnya hujan dengan lampu pemanas awan
Melakukan pencegahan banjir terutama di daerah aliran sungai
Meramalkan cuaca
Produksi garam
Menentukan letak-letak air tanah

referensi:
Godchecker.com
highbeam.com
sawater.com.au
sbras.nsc.ru
ezinearticles.com
biology.plosjournals.org
ucsd.edu

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License