Hindu

Ada banyak agama di dunia dan mereka biasanya punya pendiri yaitu seseorang yang memulai agama tersebut seperti nabi (islam), kristus (kristn), Guru Nanak (Sikh) dan banyak lagi seperti Jain dan Zarasusthra. Namun hinduisme tidak merupakan anggota kelas ini karena ia tidak memiliki pembawa. Ia dating seiring waktu dalam kehidupan masyarakat India.
Dan banyak agama ini didirikan dalam aturan yang ketat. Seseorang yang menganutnya merupakan bagian dari agama itu. Anda mesti mematuhi beberapa aturan untuk menjadi pengikutnya. Bila anda melanggar anda dapat dikeluarkan. Salah satu aturan dari agama diatas adalah anda harus sepenuhnya percaya pada orang tertentu, tuhan atau tokoh untuk menjadi pengikutnya. Ia memiliki beberapa aksioma. Sehingga tidak dapat diperdebatkan.
Sebagai contoh: Islam tidak mengijinkan adanya ateis tidak juga orang lain yang bertuhan selain kepada Allah. Ini dilanjutkan dengan mengatakan mereka sebagai kafir, dan harus dihapuskan.
Banyak orang hindu merasa hindu tapi tidak memahami konsep dasar hinduisme. Ini karena banyak salah penafsiran mengitari mereka tanpa keaslian. Ini juga karena hinduisme telah melalui tekanan kecil saat berhadapan dengan agama asing yang mencoba merubah mereka atau memusnahkan mereka sepenuhnya. Untuk keberlangsungan hidupnya, ia harus melalui beberapa perubahan dalam menghadapi tantangan. Namun disaat bersamaan, banyak arsitek merancang ulang sehingga membawa pada banyak miskonsepsi pada bentuk aslinya.
Hinduisme tidak didirikan dan tidak dibuat oleh satu orang atau sekelompok orang. Ia tidak dirumuskan tidak pula dirancang dalam satu hari atau seumur hidup. Ia tumbuh perlahan dan bertahap seiring waktu membuat seuma perubahan dan mengakomodasi semua gagasan baru yang dibawa oleh orang-orang dari negeri yang jauh.
Hinduisme dengan demikian bukanlah agama seperti yang banyak orang pahami.
Hinduisme adalah jalan hidup. Ia dicirikan hanya dengan cara hidup penganutnya. Ia terbuka pada kritik. Tidak adanya debat adalah memalukan. Ia menerima gagasan terus menerus. Ia mengijinkan perubahan terus menerus. Ia tidak memberikan hokum pada orang. Setiap orang yang hidup di sub benua India dan hidup sesuai gaya hidupnya adalah seorang hindu.

Anda dapat mulai memakai gita sebagai panduan dasar. Namun tidak pernah disebutkan kalau nada harus sepenuhnya percaya pada suatu tuhan untuk menjadi orang hindu. Ia hanya membicarakan mahluk supernatural yang akan selalu ada memandu anda, karma, moksha dll. Ia memandu manusia bagaimana ia harus hidup, bukannya memberikan sebuah kehidupan yang ideal. Namun tidak pernah ia berbicara mengenai aturan-aturan yang harus diikuti untuk menjadi seorang hindu. Jadi adalah salah kalau kita memandang Gita sebagai kitab suci. Ia tidak sama dengan injil atau Quran. Mereka kitab suci tapi Gita bukan. Lagipula ia adalah bagian besar dari epik besar 'Mahabharatha'.
Orang juga menganggap kalau Weda adalah kitab suci Hindu. Tapi ini salah. Weda kembali merupakan panduan gaya hidup manusia. Weda tidak pernah berbicara tentang ateis tidak pula memandang ateis sebagai kafir dan tidak pula ia pernah membuang ateis manapun. Weda hanya berbicara cara hidup untuk mendapatkan hal-hal lebih tinggi tertentu dalam hidup. Ia tidak berbicara sama sekali mengenai tuhan manapun. Mereka telah disalah tafsirkan oleh begitu banyak orang sepanjang zaman karena India memiliki banyak sekali suku sehingga menjadi masyarakat berdasar kelas yang berakar dalam.
Ateisme adalah subkelas hinduisme. Hinduisme tidak menjadikan satu orangpun memilih satu tuhan tertentu. Anda dapat memilih tuhan manapun sebagai sembahan anda. Anda juga dapat tidak memilih satupun tuhan untuk disembah. Ia bahkan tidak mengatakan kalau anda harus memilih tuhan-tuhan tertentu dengan jelas. Anda bias mengambil segalanya sebagai tuhan atau ketiadaan sebagai tuhan. Namun dalam agama lain anda tidak punya pilihan seperti itu. Anda harus mengikuti satu tuhan tertentu yang diakui agama tersebut.
Hinduisme sangat fleksibel. Ia tidak memberikan aturan untuk memilih tuhanmu. Bila anda merasa tuhan tidak ada, ia tidak akan menganggu anda (namun mungkin orang-orang lain). Masyarakat biasanya mengkaitkan dengan agama lain yang muncul – sehingga merasa kalau fanatisme demikian adalah identitas seorang pengikut. (Ingat – Hindu tidak pernah memiliki perang Suci). Hinduisme tidak meminta fanatisme dari penganutnya, dan menolak dogmatisme serta fanatisme demikian.
Sebagai contoh: mari bicara mengenai istilah paling disalah artikan di India. Konsep Brahmana – didefinisikan sebagai siapapun yang melakukan ritual tertentu dan menjalani hidup dalam gaya tertentu. Namun tidak pernah disebutkan kalau putra seorang Brahmana adalah Brahmana juga, tidak pula disebutkan kalau pendidikan hanya boleh dirasakan oleh para Brahmana. Ia bahkan tidak pernah mengatakan kalau seseorang tidak akan dapat menjadi brahmana. Namun ini telah berubah, disimpangkan begitu jauh sehingga struktur dasar mengalami masalah kasta yang sesungguhnya gambaran yang sangat berbeda dari hinduisme.
Dan kapan kitan-kitan berbicara mengenai ketaktersentuhan dan Sati?
Mendadak tampak konyol kalau hinduisme tidak meminta seseorang percaya tuhan tertentu itu ada, saat begitu banyak ritual dan penyembahan dimana-mana, tapi adalah sangat benar kalau hanya Hinduisme yang mengijinkan perdebatan mengenai keberadaan tuhan. Ia adalah satu-satunya agama yang mengijinkan pemeluknya memasuki dunia sang pencipta dan kemudian menjelajahi hingga ke metafisika. Namun tentu saja pengaruh agama lain juga ada.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License