Evolusi Membutuhkan Naturalisme

Klaim :
Evolusi adalah materialistik; ia membutuhkan naturalisme metodologis. Tidak rasional meninggalkan kemungkinan pengaruh dari luar nalar manusia. (Harun Yahya Dalam buku The Religion of Darwinism)
Sanggahan:
1. Naturalisme yang diadopsi sains adalah naturalisme metodologis. Ia tidak mengasumsikan bahwa alam saja yang ada; ia mencatat bahwa alam adalah satu2nya standar objektif yang kita miliki. Supernaturalisme tidak ditinggalkan; ia tidak diperhitungkan karena tidak pernah secara sah teramati. Ada banyak ilmuan yang memakai naturalisme namun percaya bahwa ada yang lebih dari sekedar alam ini.

2. Evolusi tidak dalam cara apapun meninggalkan kemungkinan adanya pengaruh luar, bahkan bila itu Tuhan. Saat bukti pengaruh luar tersebut diamati, ia akan dimasukkan.

Sains tidak melibatkan apapun yang tidak memiliki bukti yang dapat di uji. Hipotesis dapat dimasukkan namun tidak pernah didukung bukanlah bagian dari sains. Walaubegitu, fenomena tak teramati ini hanya dipisahkan dari pertimbangan ilmiah; tidak disingkirkan dari kehidupan seluruhnya. Masyarakat bebas menerima atau menolaknya sesuai keinginan mereka, dan sains mutlak tidak mengatakan apapu tentang subjek tersebut. Sains tidak hanya menyingkirkan penerimaan pengaruh Tuhan; ia juga menyingkirkan penolakan terhadap pengaruh Tuhan.

3. Evolusi tidak sendirian dalam naturalismenya. Semua sains, semua rekayasa teknik, dan sebagian besar penemuan manusia sama naturalistiknya. Bila kita harus membuang evolusi karena filosofi ini, maka kita harus pula membuang navigasi, metreologi, pertanian, arsitektur, percetakan, hukum, dan semua subjek untuk alasan yang sama.

4. Rancangan cerdas mengimplikasikan naturalisme filosofis. Seperti dicatat di atas, semua sains, industri, pertanian, dan lainnya berdasarkan alam. Itu tidak menghentikan evolusionis, ilmuan lain, insinyur, pengusaha, dan petani untuk mampu melihat diluar materialisme dan menemukan spiritualitas dalam hidup mereka.

Kelompok Harun Yahya, disisi lain, tampak tidak mampu membuat langkah itu. Mereka tampak memerlukan bukti material objektif untuk mendukung spiritualitas mereka. Namun itu, tentu saja, membuat spiritualitas mereka naturalistik. Untuk semua keluhan mereka mengenai materialisme, orang seperti Harun Yahya mencoba meluaskan materialisme ke bidang agama.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License