Evolusi Membutuhkan Mekanisme Perubah Energi Untuk Menggunakan Energi

Klaim
Energi mengalir ke sebuah sistem tidak cukup untuk menjadikan energi tersebut bermanfaat. Mesti juga ada mekanisme konversi energi. Tanpa sistem itu, evolusi tidak dapat bekerja.
Sumber
• Anon., n.d. The Misconception About Open Systems. http://www.darwinismrefuted.com/thermodynamics_01.html

Respons
1. Adalah benar kalau sebagian mekanisme memerlukan perubahan energi yang datang menjadi bentuk yang bermanfaat, namun pernyataan ini sebagian besar merupakan pengalih perhatian dari fakta yang klaim kalau evolusi biologis bertentangan dengan hukum kedua termodinamika tidak kuat ditunjukkan. Sementara mekanismenya mungkin tidak dipahami dengan pasti, keberadaannya tidak disingkirkan, dan klaim kalau ini merupakan kegagalan teori evolusi akan paling baik bersifat prematur.
2. Sementara tidak ada mekanisme tertentu untuk merubah energi menjadi bentuk bermanfaat dapat dipahami sepenuhnya secara detil, tidak ada pertanyaan kalau mekanisme demikian ada. Jelas sebuah penurunan entropi lokal terjadi sepanjang kehidupan organisme individual. Pertumbuhan organisme demikian tidak disangkal, dan pertumbuhan jelas menunjukkan penurunan lokal entropi (peningkatan keteraturan). Bila kehidupan secara rutin menampilkan perilaku demikian pada selang waktu singkat, apalagi kalau dalam selang waktu yang lama seperti pada evolusi.
3. Kehidupan memerlukan mekanisme konversi energi untuk memanfaatkan energi. Bila ini sebuah argumen melawan evolusi, ia juga menjadi argumen melawan keberadaan kehidupan.
4. Kecuali sang pendebat mengajukan kalau tuhan adalah mekanisme konversi energi, argumen ini sesunguhnya Red Herring. Bila itu yang pendebat ajukan, maka “Tuhan melakukannya” tidak memiliki penjelasan yang bermakna.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License