Evolusi Melanggar Hukum Kedua Termodinamika

Klaim:

Teori evolusi adalah klaim yang diajukan dengan sepenuhnya mengabaikan Hukum Entropi. Mekanisme yang diajukannya benar-benar bertentangan dengan hukum dasar fisika ini. Teori evolusi menyatakan bahwa atom-atom dan molekul-molekul tidak hidup yang tak teratur dan tersebar, sejalan dengan waktu menyatu dengan spontan dalam urutan dan rencana tertentu membentuk molekul-molekul kompleks seperti protein, DNA dan RNA. Molekul-molekul ini lambat laun kemudian menghasilkan jutaan spesies makhluk hidup, bahkan dengan struktur yang lebih kompleks lagi. Menurut teori evolusi, pada kondisi normal, proses yang menghasilkan struktur yang lebih terencana, lebih teratur, lebih kompleks dan lebih terorganisir ini terbentuk dengan sendirinya pada tiap tahapnya dalam kondisi alamiah. Proses yang disebut alami ini jelas bertentangan dengan Hukum Entropi.(Harun Yahya dalam Bab 'Ilmu Termodinamika Menyanggah Evolusi' dalam buku 'Keruntuhan Teori Evolusi').

Sanggahan:

1. Hukum kedua termodinamika tidak mengatakan demikian. Ia mengatakan bahwa panas tidak akan secara spontan mengalir dari benda yang dingin ke benda yang hangat atau, dengan kata lain, bahwa entropi total (ukuran energi yang bermanfaat) dalam sebuah sistem tertutup tidak akan menurun. Ini tidak mencegah bertambahnya aturan karena

a. Bumi bukanlah sebuah sistem tertutup; sinar matahari (dengan entropi rendah) bersinar padanya dan memanaskan (dengan entropi tinggi). Aliran energi ini, dan perubahan dalam entropi yang menyertainya, dapat dan akan memberi tenaga pada penurunan lokal entropi di bumi.

b. Entropi bukanlah sama dengan ketidakteraturan. Kadang keduanya berhubungan, namun kadang keteraturan meningkat saat entropi meningkat. (Aranda-Espinoza et al. 1999; Kestenbaum 1998) Entropi tidak dapat dipakai untuk menghasilkan keteraturan, seperti dalam pemilihan molekul lewat ukurannya (Han and Craighead 2000). Bahkan dalam sebuah sistem rumit, kantung2 entropi rendah dapat terbentuk bila terdapat peningkatan entropi di tempat lain dalam sistem.

Singkatnya, keteraturan dari ketidakteraturan terjadi di bumi sepanjang waktu.

2. Proses satu2nya yang dibutuhkan untuk evolusi terjadi adalah reproduksi, variasi diwariskan, dan seleksi. Semuanya ini terlihat sepanjang waktu, jadi, jelas, tidak ada hukum fisika yang melawannya. Kenyataannya, hubungan antara evolusi dan entropi telah dipelajari mendalam, dan tidak pernah menyangkal evolusi (Demetrius 2000).

Beberapa ilmuan telah mengajukan bahwa evolusi dan asal usul kehidupan dikendalikan oleh entropi (McShea 1998). Sebagaian melihat kandungan informasi pada organisme adalah subjek untuk keragaman menurut hukum kedua (Brooks and Wiley 1988), jadi organisme menjadi beragam untuk mengisi niche kosongseperti gas yang mengembang mengisi kotak kosong. Yang lain mengajukan bahwa sistem kompleks yang sangat teratur muncul dan berevolusi dengan mendisipasi energi (dan meningkatkan entropi (Schneider and Kay 1994).

3. Harun Yahya sendiri mengakui bahwa keteraturan yang bertambah itu mungkin. Mereka menekankan pengecualian fiktif pada hukum tersebut, yaitu "bila Tuhan menghendaki".

4. Harun Yahya sendiri menunjukkan bahwa manusia di ciptakan dari sebelumnya tidak ada manusia. Bukankah itu melanggar Hukum kedua termodinamika(menurut pemahaman Harun Yahya sendiri)?

Referensi:
Aranda-Espinoza, H., Y. Chen, N. Dan, T. C. Lubensky, P. Nelson, L. Ramos and D. A. Weitz, 1999. Electrostatic repulsion of positively charged vesicles and negatively charged objects. Science 285: 394-397.

Brooks, D. R. and E. O. Wiley, 1988. Evolution As Entropy, University of Chicago Press.

Kestenbaum, David, 1998. Gentle force of entropy bridges disciplines. Science 279: 1849.

Han, J. and H. G. Craighead, 2000. Separation of long DNA molecules in a microfabricated entropic trap array. Science 288: 1026-1029.

Demetrius, Lloyd, 2000. Theromodynamics and evolution. Journal of Theoretical Biology 206(1): 1-16. http://www.idealibrary.com/links/doi/10.1006/jtbi.2000.2106
McShea, Daniel W., 1998. Possible largest-scale trends in organismal evolution: eight live hypotheses. Annual Review of Ecology and Systematics 29: 293-318.

Schneider, Eric D. and James J. Kay, 1994. Life as a manifestation of the second law of thermodynamics. Mathematical and Computer Modelling 19(6-8): 25-48. http://www.fes.uwaterloo.ca/u/jjkay/pubs/Life_as/lifeas.pdf

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License