Evolusi Hanya Sebuah Teori

Banyak orang belajar di SD bahwa teori berada di pertengahan hirarki kepastian — diatas hipotesis dan dibawah hukum. Ilmuan tidak memakai istilah teori seperti itu. Menurut National Academy of Sciences (NAS), sebuah teori ilmiah adalah "sebuah penjelasan mendasar dari beberapa aspek alamiah yang dapat memuat fakta, hukum, inferensi dan hipotesis teruji." Tidak ada kuantitas validasi yang bisa merubah teori menjadi hukum, yang merupakan generalisasi deskriptif mengenai alam. Jadi saat ilmuan berbicara mengenai teori evolusi — atau teori atom atau teori relativitas, contohnya — mereka tidak menggambarkan sebuah reservasi mengenai kebenarannya.

Sebagai tambahan pada teori evolusi, bermakna gagasan keturunan dengan modifikasi, seseorang dapat pula mengatakan fakta evolusi. NAS mendefinisikan sebuah fakta sebagai "sebuah pengamatan yang telah berulangkali dikonfirmasi dan untuk semua tujuan praktis dianggap sebagai 'benar'." Rekaman fosil dan bukti lain yang melimpah menjadi saksi bahwa organisme telah berevolusi seiring waktu. Walau tidak ada seorangpun yang mengamati perubahan tersebut, bukti tidaklangsungnya jelas, tidak meragukan dan mendukung.

Segala sains berulangkali mengandalkan diri pada bukti tidak langsung. Fisikawan tidak dapat melihat partikel subatomik secara langsung, misalnya, maka mereka memverifikasi keberadaannya dengan mengamati jejak yang ditinggalkan partikel tersebut di kamar gelembung. Ketiadaan pengamatan langsung tidak membuat kesimpulan fisikawan kurang pasti.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License