Evolusi Bukanlah Teori Ilmiah

Selimut yang menutupi evolusi ini mengabaikan perbedaan penting bahwa membagi bidang itu menjadi paling tidak dua daerah : mikroevolusi dan makroevolusi. Mikroevolusi melihat pada perubahan dalam spesies seiring waktu — perubahan yang dapat membawa pada spesiasi, asal spesies baru. Makroevolusi mempelajari bagaimana kelompouk taksonomi di atas level spesies berubah. Bukti2nya ditarik secara berkala dari rekaman fosil dan perbandingan DNA untuk merekonstruksi bagaimana beragam organisme dapat berhubungan.

Saat ini bahkan sebagian besar para kreasionis mengakui bahwa makroevolusi telah didukung oleh tes laboratorium (seperti dalam studi sel, tanaman dan lalat buah) dan di lapangan (seperti studi Grant pada bentuk paruh yang berevolusi diantara burung2 finches galapagos). Seleksi alam dan mekanisme lainnya — seperti perubahan kromosom, simbiosis dan hibridasi — dapat membawa perubahan besar dalam populasi seiring waktu.

Sifat sejarah darah studi makroevolusi melibatkan inferensi dari fosil dan DNA ketimbang pengamatan langsung. NNamun dalam sains sejarah (yang termasuk astronomi, geologi dan arkeologi, begitu pula biologi evolusioner), hipotesis dapat masih di uji dengan menmeriksa apakah mereka selaras dengan bukti fisik dan apakah mereka membawa pada prediksi yang dapat diverifikasi mengenai penemuan dimasa yang akan datang. Sebagai contoh, evolusi mengimplikasikan bahwa antara nenek moyang manusia yang paling awal (sekitar lima juta tahun lalu) dan penampakanmanusia modern secara anatomis (sekitar 100.000 tahun lalu), seseorang dapat menemukan suksesi dari mahluk2 hominid dengan posturyang semakin berbeda dari kera dan lebih modern, yang tentunya apa yang ternyata di tunjukkan oleh fosil. Namun seseorang harus tidak dan tidak bisa menemukan fosil manusia modern berada di strata dari periode Jurassik (144 juta tahun lalu). Biologi evolusioner secara rutin membuat prediksi jauh lebih baik dan teliti dari ini, dan peneliti2 mengujinya secara konstan.

Evolusi dapat ditolak dengan cara lain. Bila kita dapat mendokumentasikan generasi spontan dari cukup satu mahluk hidup rumit dari materi tak hidup, paling tidak beberapa mahluk yang terlihat dalam rekaman fosil dapat berawal dengan cara yang sama. Bila alien superpintar muncul dan mengklaim kepemilikan atas penciptaan kehidupan di bumi (atau hanya spesies tertentu), penjelasan evolusioner murni akan runtuh. Namun tidak satupun yang berhasil menghasilkan bukti demikian.

Perlu dicatat bahwa gagasan kesalahan mendefinisi karakteristik sains berasal dari filsuf Karl Popper di tahun 1930an. Elaborasi terbaru pada pemikirannya telah meluaskan interpretasi tersempit prinsipnya secara tepat karena itu akan mengeliminasi terlalu banyak cabang penemuan ilmiah yang telah jelas.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License