Douwess Dekker

Douwess Dekker, sang penulis Max Havelaar. Tahun 1856 beliau adalah asisten residen Lebak di jawa barat. Setelah beberapa bulan, ia mengungkapkan kasus korupsi di pemerintahan kolonial. Ia juga mengatakan bahwa pendahulunya diracun oleh atasannya sendiri.
Ia ditolak pemerintah dan mengundurkan diri. Menghabiskan setahun mencari kerja di Jawa.
Dalam Max Havelaar beliau menceritakan penderitaan rakyat Jawa. Karya-karya lain Douwess Dekker adalah buku gagasan-gagasan radikal sebanyak tujuh volume, yang isinya berbagai esai, cerpen, aporisma, sebuah drama dan sebuah novel tentang masa kecil bewliau. Max Havelaar sendiri adalah nama tokoh utama dalam buku yang berjudul sama. Ia diceritakan berjuang melawan tekanan terhadap penduduk pribumi dengan memperbaiki keadaan masyarakat. Ia merupakan gambaran romantisme dari Douwess Dekker sendiri yang mencoba merubah sistem.
Akibat dari buku ini sungguh luar biasa. Pemerintah kolonial belanda kemudian mengeluarkan politik etis yang memberikan pendidikan pada orang jawa dan menghapus tanam paksa. Dari sekolah-sekolah inilah lahir sukarno, Hatta, Syahrir dan tokoh-tokoh perjuangan nasionalisme indonesia kemudian.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License