Dekonversi Dari Sikh

Oleh: Ranjeet Singh
Saya adalah anggota keluarga Sikh dari Punjab. Setelah kerusuhan tahun 1984, keluarga kami pindah ke Ludhiana. Semua anggota keluarga saya liberal dan tidak ada satupun yang ekstra religius. Saya dulunya seorang fundamentalis Sikh dan selalu membaca buku-buku religius. Saya tidak paham tentang sains di saat sekolah. Waktu kuliah, saya membaca banyak buku tipe anti religius (Sarita, dll.). Banyak professor membahas mengenai agama dalam kuliah kami. Saat itu, saya mendapatkan sebuah poster dari sebuah masyarakat rasional di India yang menentang larangan memotong sapi. Saya mulai membaca karya-karya mereka dan mencoba menerapkan pengetahuan ilmiah saya pada agama. Saya menemukan kalau gagasan kelahiran kembali dan memiliki roh pada diri saya hanyalah sebuah teori yang tidak dapat dibuktikan.
Agama memberi tahu saya, kalau hal-hal yang kita dapat lihat adalah "mayaajaal" dan hanya sebuah mimpi; dan apa yang kita tidak dapat lihat atau buktikan, itulah kebenaran. Itu sebuah pemikiran yang konyol.
Agama mengajarkan saya kalau semua yang terjadi dilakukan oleh tuhan. Bila tuhan melakukan semua kejahatan, lalu mengapa kita mesti dihukum setelah lahir kembali? Bila semua kejahatan dilakukan oleh kita, maka kenapa tuhan tidak menghukum kita saat kita melakukannya? Kenapa ia bertindak tidak adil pada pengikutnya?
Pertanyaan utama di pikiran saya adalah, kita tiba di dunia ini dari hubungan seks orang tua kita, darimana tuhan muncul? Bagaimana ia bisa melahirkan dirinya sendiri?
Saya menemukan kalau satu-satunya cara menghentikan ketidak adilan adalah untuk berjuang menentangnya, bukan dengan berdoa.
Sumber: positiveatheism.org

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License