Dekonversi

Dekonversi adalah kembalinya seseorang menjadi ateis setelah memeluk suatu agama. Memang pada saat lahir setiap orang adalah agnostic. Secara default ia tidak mengetahui ada tidaknya tuhan hingga orang tuanya memperkenalkan konsep tuhan (dan mungkin juga santa claus dan hantu) dan memaksa anaknya mempercayai kalau tuhan itu ada. Kemudian sang anak mengambil posisi teis secara terpaksa hingga ia menyadari kalau tuhan tidak ada.

Dekonversi yang dimaksud adalah beranjak dari saat anak telah memiliki akal yang cukup untuk membedakan ada atau tidaknya tuhan. Sebagian besar anak tidak menyadari hal ini karena ia telah terlanjur mempercayai apa kata orang tuanya saat ia belum punya cukup akal untuk membedakan ada tidaknya tuhan. Saat ia menyadari kalau tuhan tidak ada inilah maka ia dikatakan mengalami dekonversi ke kondisi asal saat ia telah memiliki akal, bukan saat ia lahir, yaitu ateis.

Kapan saat seorang anak telah cukup memiliki akal dalam membedakan ada tidaknya tuhan masih diperdebatkan. Pendapat umum adalah saat memori pertama diperoleh secara sadar oleh sang anak, dan ini tergantung pada IQ anak tersebut.

Berikut adalah daftar kisah dekonversi dari beragam keyakinan yang dituturkan oleh beberapa ateis yang mengalaminya.

Dekonversi dari Islam
Dekonversi dari Kristen
Dekonversi dari Hindu
Dekonversi dari Taoisme
Dekonversi dari Sikh
Dekonversi dari Yahudi
Dekonversi dari Agnostic
Dekonversi dari Animisme
Dekonversi dari Deisme
Dekonversi dari Siddha Yoga
Dekonversi dari Kejawen

Ceritakan kisah dekonversi anda dalam link berikut forum diskusi ateis indonesia di facebook . Anda mesti memiliki akun facebook untuk mengakses halaman ini.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License