Brainwave Station

Berterima kasihlah pada Sean Adam, seorang penemu dari Belanda yang mengorbankan banyak waktunya untuk menemukan Brainwave station. Sebuah mesin yang memberi sumbangan besar dalam pengungkapan rahasia kerja otak manusia. Mesin yang mampu membangkitkan otak seseorang sehingga mampu belajar lebih baik.

Konsep dasarnya berasal dari penemuan lain yang jauh lebih kuno karena telah diketahui sejak masa prasejarah. Para orang bijak masa lalu menemukan bahwa pikiran akan "serasa lebih encer" saat seseorang melihat dan mendengar goyangan cahaya atau tabuhan genderang yang semakin melambat. Saat itu, sesseorang menjadi semakin tenang dan fokus.

Pada kondisi ini, yang dikenal dengan trance, penyembuhan bisa terjadi dengan cepat, fungsi2 tubuh yang rusak bisa pulih kembali, kemampuan belajar meningkat, dan stress bisa dikendalikan. Dan pada kondisi ini, otak menunjukkan gelombang alpha.

Otak manusia di temukan memancarkan gelombang. Gelombang ini bisa lambat dan bisa sangat cepat tergantung kondisi orang tersebut. Ilmuan membaginya menjadi empat kategori, alpha, beta, theta, delta. Beta adalah yang tercepat dan ada pada saat di mana kita beraktivitas sehari2. Alpha berada sedikit lebih lambat dan ini jarang di temui. padahal posisi alpha lah yang paling optimal untuk berpikir. Contoh posisi alpha adalah saat kita memejamkan mata sambil merebahkan diri. Theta terjadi saat meditasi dan delta saat tidur.

Kondisi2 ini ditemukan dapat diciptakan secara sengaja oleh manusia. Para ilmuan kini bisa membuat seseorang berada pada kondisi apapun yang mereka inginkan. Pada kondisi beta dimana kita terjaga, waspada dan berpikir normal, Alpha dimana kita repeptif dan belajar optimal, theta dimana kita terkonsentrasi penuh daya cipta, saat hal2 baru bisa di ingat atau ingatan lama di akses. Delta saat santai, istirahat, keadaan di mana kita tidak dapat merasakan sakit.

Teknik ini ternyata sangat mudah, sehingga bertubi2 perusahaan mengirimkan para eksekutif mereka ke pusat2 penelitian untuk berbagai tujuan : mempercepat mencatat, mengendalikan stress, meningkatkan kreatifitas, menghentikan kebiasaan buruk dan lain sebagainya.

Teknik belajar alpha (begitu ilmuan menyebutnya) memiliki cara kerja menghilangkan "kista" yang menyumbat energi biolistrik. "Lista" inilah yang mengganggu karena memblokir jalan aliran energi listrik di dalam tubuh yang dalam ilmu kesehatan China dikenal dengan istilah Chi.

Bukan hanya bagi orang biasa, teknik belajar alpha efektif memperbaiki beragam masalah fisik dan mental yang di akibatkan kerusakan bagian motorik otak. Orang2 yang memiliki cacat dimana jalannya miring, bicara tidak jelas dan bahkan menulispun tidak dapat.

Teknik belajar alpha merupakan revolusi besar dimana manusia mulai mampu mengendalikan otaknya sendiri. Sebuah pertanyaan filosofis, apakah kita telah cukup bijak untuk mengeluarkan potensi besar otak kita yang ribuan tahun menjadi rahasia yang hanya diketahui para biksu Buddha di Tibet?

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License