Cerita penciptaan Agama yg diakui di Indonesia

Islam

  • …Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya. ..(11:61)
  • Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk (15:26)
  • …Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (15:28)
  • Ia (Iblis) berkata, "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (15:33)
  • …Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah? (17:61)
  • Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. (32:7)
  • Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, padahal (sebelumnya) dia belum berwujud sama sekali? (19:67)
  • Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? (52:35)
  • Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. (23:12). (*terjemahan apakah tanah atau tanah basah?)
  • Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, …(25:54)
  • …dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air;…(21:30)
  • Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki…(24:45)
  • Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.(3:59) (*tanah atau debu?)
  • …Dia menciptakan kamu dari tanah,…(30:20) (*tanah atau debu?)
  • Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan).. .(35:11) (*tanah atau debu?)
  • Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati…(30:19)
  • Dia menjadikan kamu dari diri yang satu (Adam)…(39:6)

Kisah penciptaan islam terpisah dalam banyak ayat dalam quran. Cerita ini sama dengan penciptaan Yahudi-kristen. Menurut quran, langit dan bumi digabungkan pada awalnya, lalu kemudian dipisah. Setelah terpisah, mereka tiba pada kondisi sekarang setelah melalui tahap saat mereka mirip asap. Proses penciptaan ini terjadi selama 6 hari. Setelah itu Allah kembali ke singgasananya, yang dipanggul oleh 8 malaikat dan berada di atas air.
Quran mengatakan kalau Allah menciptakan alam semesta, membuat semua mahluk yang berjalan, berenang, merayap dan terbang di muka bumi dari air. Ia membuat malaikat, matahari, bulan dan bintang untuk tinggal di alam semesta. Ia menurunkan hujan, dan menghidupkan bumi dengan menumbuhkan kurma, anggur dan tanaman lain.
Allah memakai tanah liat, air dan debu dan membentuk manusia di surga. Manusia pertama ini laki-laki bernama Adam. Adam bertahun-tahun tinggal sendiri hingga suatu hari, Allah menciptakan perempuan bernama Hawa dari tulang rusuknya. Mereka berdua lalu dilarang mendekati pohon Khuldi. Tapi setan menggoda mereka sehingga mereka mendekati pohon khuldi itu. Allah marah dan mengusir mereka dan setan ke bumi. Jadilah mereka leluhur umat manusia di bumi.

Kristen

Pada awalnya, Elohim menciptakan langit dan bumi. Bumi tidak berbentuk dan kosong, dan kegelapan yang pekat dan Elohim berada di atas air.
Lalu Elohim berkata, jadilah cahaya, dan terciptalah cahaya.
Dan Elohim melihat kalau cahaya itu bagus: Dan Elohim memisahkan cahaya dari kegelapan. Elohim menyebut cahaya sebagai siang dan kegelapan sebagai malam dan terciptalah siang dan malam.
Dan Elohim berkata “Jadilah langit di tengah air dan jadilah ia memisahkan air dari air.” Dan Elohim menciptakan langit dan memisahkan air sehingga air di atas langit terpisah dengan air di bawah langit.
Genesis 1:9-13 menceritakan hari ketiga, perkembangan tanaman yang tumbuh di bumi. Tanaman muncul sebelum hewan.
Hari keempat merupakan hari diciptakannya matahari, bulan dan bintang-bintang di langit.
Hari kelima di mulai dengan perintah Elohim, Jadilah air menghasilkan mahluk hidup. Maka hewan laut tercipta termasuk paus. Ia juga menciptakan burung.
Hari keenam diciptakan mamalia daratan yang berpuncak pada penciptaan manusia.

Hindu

Alam semesta ada dalam bentuk kegelapan, tidak terasa, tanpa tanda, tidak dapat dipahami pikiran, sepenuhnya gelap dalam tidur yang dalam.
Lalu tuhan yang ada dengan sendirinya tampak dengan tenaga tanpa terhindari melenyapkan kegelapan dengan firmannya.
Ia yang dapat dirasakan oleh organ dalam saja, yang lebut, dan abadi, yang memuat segala mahluk hidup dan tidak dapat dibayangkan bersinar dengan kehendaknya sendiri.

Ia ingin membuat segala macam mahluk dari tubuhnya sendiri, pertama dengan pikirannya ia menciptakan air dan meletakkan benihnya di dalamnya.

Benih itu menjadi telur emas, yang cemerlangnya sama dengan matahari; dalam telur itu ia lahir sebagai Brahma, leluhur alam semesta…
Sang Brahma tinggal di dalam telur sepanjang tahun, lalu ua membuat dirinya terbagi dua atas kehendaknya.
Dan dari kedua dirinya, ia membentuk langit dan bumi, diantaranya bola tengah, delapan sudut cakrawala, dan air abadi
Dari dirinya sendiri ia mengeluarkan pikiran, yang tidak nyata dan yang nyata, begitu pula ia menciptakan ego, yang memiliki fungsi kesadaran mandiri dan ketuhanan.
Lebih lanjut, brahma, ruh, dan semua produknya dipengaruhi oelh tiga kualitas. Dan lima organ yang memandang objek sensasi.
Namun, menggabungkan partikel-partikel dari keenamnya, yang mengandung daya tak terukur, dengan partikelnya sendiri, ia menciptakan segala mahluk.

Buddha

Buddhisme sendiri secara umum mengabaikan pertanyaan mengenai asal usul kehidupan. Buddha memandang asal usul kehidupan sebagai “perkiraan mengenai asal usul dunia tidak dapat diperkirakan, dan bila dipaksakan akan membawa pada kegilaan bagi manusia yang membuatnya ."AN IV.77, dan dalam mengabaikan pertanyaan asal usul kehidupan Buddha berkata “dan mengapa mereka tidak saya ceritakan? Karena ia tidak ada hubungannya dengan tujuan, tidak mendasar bagi hidup yang suci. Ia tidak membawa pada kedamaian, pengetahuan langsung, kesadaran diri, kebebasan. Itulah mengapa mereka tidak dikatakan olehku.” Buddha juga membandingkan pertanyaan mengenai asal usul kehidupan –sebagaimana banyak pertanyaan metafisik lainnya – dengan ibarat panah beracun: seseorang terpanah oleh panah beracun, namun sebelum dokter menariknya, ia ingin tahu siapa yang memanahnya (mengenai keberadaan tuhan), darimana panah itu datang (dari mana alam semesta dan/atau tuhan datang) kenapa orang itu memanahnya (kenapa tuhan menciptakan alam semesta), dll. Bila orang itu ditanya ini semua sebelum panah itu dicabut, kata buddha, ia akan mati sebelum memperoleh jawaban. Buddhisme tidak perduli dengan menjawab pertanyaan seperti asal usul kehidupan, dan lebih perduli dengan tujuan menyelamatkan diri sendiri dan mahluk lain dari penderitaan dengan mendapatkan Nirvana (pencerahan). Walau begitu, ajaran buddha esoterik, Kalachakra Tantra, membahas mengenai bentuk dan fungsi kenyataan. Buddha modern seperti Dalai Lama tidak memandang adanya konflik antara sains dan buddhisme dan mereka adalah saling melengkapi dalam memahami dunia sekitar kita.
Dalam kitab buddha, terdapat kisah Dīgha Nikā ya mengenai bagaimana dunia muncul. Adadi sutta ke 27, Aggañña Sutta, dan buddha memakainya untuk menjelaskan bagaimana kasta dapat muncul dan kenapa satu kasta tidak lebih baik dari kasta lainnya. Pada satu masa, dunia ini mengerut. Lalu mengembang lagi, mahluk bereinkarnasi di dalamnya. Semuanya adalah air dan gelap, namun mahluk-mahluk bercahaya. Lalu, bumi tercipta diatas permukaan air. Mahluk-mahluk mulai makan darinya, karena bumi ini lezat. Melakukan ini, maka cahaya mereka lenyap, dan matahari, siang dan malam serta musim muncul. Mahluk-mahluk terus memakani bumi. Mereka semakin meluruh: wajah buruk dan wajah tampan muncul. Mahluk yang tampan menjadi sombong. Semua ini membuat bumi yang lezat itu lenyap. Sebagai gantinya adalah jamur-jamur manis. Peluruhan berlanjut: mahluk-mahluk menjadi kasar, sombong dan jamur digantikan oleh tanaman, dan , kemudian, nasi yang baik dan siap dimakan. Mahluk-mahluk ini semakin kasar. Mereka menjadi laki-laki dan perempuan. Seks mulai dilakukan sehingga orang membuat rumah. Langkah selanjutnya adalah saat orang mulai mengumpulkan beras untuk beberapa porsi sekaligus. Kini, kualitas beras semakin menurun, dan ia tidak tumbuh lagi dengan cepat. Lalu, orang membuat sawah dengan batas-batas. Dari sinilah asal usul pencurian dan kejahatan. Untuk mengatasi kejahatan ini, mereka menawarkan beras lebih banyak pada orang yang bersedia menjadi pemimpin mereka. Pada akhirnya, semua kasta muncul, berasal dari mahluk yang sama.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License